oleh

Belasan Mobil Tak Lulus Uji Emisi

-Metropolis-48 views

PRABUMULIH – Puluhan kendaraan atau tepatnya sekitar 91 kendaraan, Senin (21/10) mengikuti uji emisi dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan PT Tunas Auto Graha (TAG).

Hasilnya, 13 kendaraan dinyatakan tidak lulus uji emisi. Karena, ambang batas gas buangnya diluar normal.

Kepala DLH, Ir Hj Dwi Koryana menerangkan, uji emisi sengaja dilakukan mengetahui emisi atau gas buang mobil masih sesuai dengan aturan atau tidak.

“Sasaran kita 100 mobil bensin dan 50 mobil solar. Realisasinya, 71 mobil bensin dan 20 mobil solar. Totalnya, 91 mobil diuji emisi. Mobil bensin 6 tidak lulus uji emisi, mobil solar 7 tidak lulus uji emisi,” akunya kepada koran ini, kemarin.

Lebih lanjut, standar emisi kendaraan mengacu pada Peraturan Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV.

“Kita bekerja sama dengan PT TAG, khusus mobil merk Toyota tidak lolos uji emisi diberikan diskon atau potong harga, untuk service sehingga mobil digunakan emisi gas buangnya masuk standar,” ujarnya.

Dirincinya, untuk Euro IV, kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 miligram per kilometer, 250 miligram per kilometer untuk mesin diesel, dan 25 miligram per kilometer untuk diesel particulate matter.

“Uji emisi dilakukan mendukung program pemerintah, dalam rangka mengurangi polusi udara,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT TAG, Andrie Martin dikonfirmasi terpisah, juga tidak menampik, kalau DLH mengandengnya dalam rangka melakukan uji emisi kendaraan.

“Untuk mengetahui ambang emisi gas buangnya masih normal atau tidak. Jumlah kendaraan diuji emisi, memang tidak kita batasi jumlahnya,” ujarnya.

Masih kata Andrie, bagi kendaraan tidak lulus uji emisi. Pihaknya memberikan diskon, bagi kendaraan ingin service. “Agar emisi gas buangnya kembali normal. Penyebab emisi gas buang tidak normal akibat jarang service,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed