oleh

Belasan Jukir Ilegal Diamankan

PRABUMULIH – Jajaran Polres Prabumulih melalui Satreskrim dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH langsung menindaklanjuti instruksi Kapolri terkait permanisme khususnya pungutan liar (pungli) terjadi di Kota Nanas ini.

Dengan melakukan razia juru parkir (Jukir) ilegal di sejumlah titik, karena memungut parkir tanpa izin dan tidak memiliki Surat Keputusan (SK) parkir dan juga retribusi dipungut tidak sesuai dengan ketentuan.

Setidaknya, 11 orang jukir ilegal berhasil dijaring. Meliputi; AM (19), Ai (20), Di (22), Ma (33), Di (28), AW (24), MH (20), AH (25), Ha (21), De (25), dan Re (28).

Usai terjaring dari lokasi atau lapak parkirnya, antara lain; Taman Prabu Jaya (PJ), Pasar Inpres, Toko Seroja, Pakiran Bunda, Pasar PTM, Terminal, Toko Mas Sinar Jaya, dan RM Dieng. Jukir ilegal ini diangkut dan masuk mobil patroli, guna diamankan dan menjalankan pemeriksaan lebih lanjut petugas Satreskrim di Mapolres pada Jumat siang (10/6/2021). Demikian juga, diduga uang hasil punglinya juga diamankan dan disita petugas.

“Razia jukir ilegal ini, bagian upaya memberantas premanisme dan pungli. Khususnya, dilakukan para jukir ilegal dan memang selama ini cukup meresahkan masyarakat,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH kepada awak media, Jumat sore.

Ucapnya, para jukir ilegal ini akan dilakukan pembinaan dan sekarang masih menjalani pembinaan, guna proses pendalaman. “Jika ada tidak pidana, jelas akan dikenakan. Apalagi, pelaku premanisme dan pungli ini bisa dikenakan tindak pidana tipiring,” terang Rahman.

Menurutnya, kejadian ini jelas akan memberikam efek jera kepada jukir ilegal agar tidak lagi beroperasi. Dan, meresahkan masyarakat. “Apalagi, biaya parkir dipungut tidak sesuai aturan ketentuan Dishub,” tutupnya. (03)

Komentar

News Feed