oleh

Begal : Kutembak Korban, Kareno Dio Melawan

PRABUMULIH – Jon Kanedi (38), salah satu tersangka begal di wilayah hukum (wilkum) Polsek Rambang Kapak Tengah (RKT), tercatat sebagai warga Dusun I Desa Pedataran, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim mengakui terpaksa menembak korban pembegalannya karena melawan karena akan dibegal. Hal itu ditegaskannya ketika diintograsi Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH bersama Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk dan Kapolsek RKT, Ipda Budiyono beserta jajaran ketika mengelar press release ungkap kasus pembegalan di wilkumnya pada Jumat (16/8).

“Memang korban lah kami incer, pas dio lewat kami kejer dan pepet. Pas aku nak nembak, dio nepes tangan aku. Laju keno tembak pake senpi rakitan (senpira), memang dibawak untuk begal korban,” akunya. Akunya kepada petugas, kalau senpira digunakannya untuk menembak korbannya. Kini berada ditangan UD, insial tengah DPO alias buron dan menjadi target pengejaran petugas.

“Senpira itu, idak samo aku lagi. Dibawa UD,” sebutnya. Sementara itu, petugas Polres Prabumulih melalui Tim Opsnal Polsek RKT, setidaknya membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk mengungkap kasus tersebut. Bukan hanya, Joni Kenedi saja berhasil diciduk. Tetapi, juga dua rekannya, Idris Effendi (26), warga Dusun 2 Desa Karang Bindu, Kecamatan RKT dan Mahmud Yunus (38), warga Dusun 5 Desa Karya Mulya Kecamatan RKT.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi menyebutkan, terungkapnya kasus ini bermula pada Rabu lalu (14/8), sekitar pukul 17.00 WIB. Tim Opsnal Gabungan Polres Prabumulih dan Polsek RKT dipimpin Kapolsek RKT, Ipda Budiyono terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap tersangka Idris di Perumahan Desa Karang Bindu. Setelah itu dilakukan pengembangan, dan petugas kembali melakukan penangkapan terhadap rekan tersangka Jon Kanedi alias Nedi di Desa Karang Bindu Kecamatan RKT ketika tengah melakukan transaksi kendaraan bermotor (R2) hasil kejahatan.

Timsus Gabungan juga melakukan penangkapan terhadap Mahmud Yunus (38), warga Dusun 5 Desa Karya Mulya Kecamatan RKT diduga sebagai penadah barang hasil kejahatan. ”Dari pengakuan Idris dan Jon alias Nedi mereka melakukan aksi tersebut juga bersama rekan mereka inisial UD (DPO), sedangkan senjata api digunakan tersebut menurut pengakuan keduanya berada di UD,” terang Tito, sapaan akrabnya.

“Akan tetapi hal tersebut akan kami dalami kembali saat proses penyidikan, dari tangan para pelaku kami juga amankan tiga unit kendaraan bermotor, satu unit kendaraan merupakan kendaraan pelaku digunakan saat melakukan aksi begal di jalan Kemang Tanduk, sedangkan dua unit sepeda motor lainnya kita amankan karena merupakan hasil kejahatan yang menurut para pelaku dilakukan di wilayah Ogan Ilir (OI),” imbuh Alumni Akpol 2000 ini.

Suami Mona Tobing Ini, juga mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Polres OI terkait dua unit motor tersebut, kepada masyarakat merasa kehilangan juga dapat mengecek kendaraan tersebut di Polsek RKT Kota Prabumulih. ”Terhadap para pelaku kita akan jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, serta pasal 480 KUHP terhadap pelaku diduga sebagai penadah barang yang diduga hasil tindak pidana pencurian,” pungkas ayah tiga anak ini.

Diberitakan sebelumnya seorang pelajar berinisial GP (15), ditembak kawanan begal saat melintas di jalan Desa Kemang Tanduk, Kecamatan RKT, Sabtu lalu (6/7), sekitar pukul 21.00. Akibat peristiwa itu, warga Desa Tanjung Raya, Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim tersebut harus dilarikan ke IGD RSUD Prabumulih, akan tetapi pelaku tidak berhasil mengambil sepeda motor milik korban karena ada warga lain yang melintas saat kejadian tersebut.

Setelah satu bulan lebih melakukan proses penyelidikan akhirnya jajaran Polres Prabumulih melalui Polsek RKT pimpinan Ipda Budiyono dan Kanit Reskrim Aiptu Haryoni Amin, berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi curas tersebut. (03)

Komentar

News Feed