oleh

Beberapa Modus Barang Ilegal Masuk ke Penjara

PRABUMULIH – Rumah Tahanan (rutan) Klas IIA B di kota Prabumulih termasuk rutin melakukan operasi barang ilegal. Dalam setiap kali razia, selalu ada handphone (HP) milik para napi dan tahanan yang petugas temukan dalam penjara.
Bermacam cara dan modus yang digunakan oleh pembesuk nakal maupun para napi dan tahanan lapas, maupun rutan yang ada untuk menyelundupkan barang-barang diilegalkan masuk ke dalam penjara.
Namun hal itu, sudah mulai dipelajari petugas dan Polsuspas khususnya di Rutan Klas II B kota Prabumulih. Salah satunya modus penyelundupan HP yang dibawa penghuni rutan setelah pulang sidang, yang dimasukkan dalam nasi atau makanan lain saat dibesuk hingga disimpan di bagian hak wedges.
Termasuk cara nekat para penghuni penjara untuk menyembunyikan handphone ke balik jeruji besi. “Salah satunya seperti dimasukkan dalam tembok yang dilubangi atau disimpan diluar penjara, disela-sela tumpukan baju sampai celah pentilasi angin,” ungkap salah seorang mantan napi rutan tersebut dibincangi, Kamis (15/2).
Menurutnya, jumlah ratusan orang penghuni yang over kapasitas, sementara jumlah petugas keamanan yang tidak seimbang hanya belasan orang berjaga itu kerap dimanfaatkan penghuni untuk melakukan pelanggaran. “Tapi napi tetap mewaspadainya, dan biasanya HP lama yang sering dipakai napi karena mudah dipisah-pisahkan antara baterai, cassingnya dilepas, sehingga lebih mudah menyimpannya,” sebut dia.
Sementara itu, Kepala Rutan Klas II B kota Prabumulih, Ronaldo Dengan Vinci Talenta Amd IP SH mengatakan, berbagai macam modus penyelundupan barang ilegal masuk ke rutan tengah dipelajari pihaknya. Dalam kurun waktu selama Februari ini saja, tidak kurang 11 unit telpon genggam yang masuk ke rutan disita petugas.
“Kondisi dan bentuknya berbagai macam. Ada bentuk handphone baru, tapi kebanyakan juga yang lama serta kondisinya yang rusak,” terangnya.
Dalam hasil razia selama ini pihaknya masih menemukan HP atau benda yang sering disebut sebagai sarana bandar narkoba didalam penjara untuk mengendalikan bisnis haram itu. Selain itu, benda tajam beresiko untuk berkelahi atau melukai sesama napi dan korek api masih juga ditemukan.
Melihat fenomena itu, Ronaldo pun tidak tinggal diam. Iapun tetap mengintruksikan ke seluruh pegawainya untuk lebih memperketat menegakkan aturan yang ada. Salah satu wujudnya adalah razia rutin setiap pekannya yang terkadang dirinya ikut terjun langsung melakukan razia ke dalam ruang para napi itu. “Sambil rutin razia ini, kita juga mencari jalan keluar untuk mengatasi masuknya barang ilegal ke dalam penjara ini” tandasnya. (07)

News Feed