oleh

BB Berkurang, Pelaku Bertambah

PRABUMULIH – Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Rabu (17/7) melakukan pemusnahan barang bukti (BB) hasil tangkapan dari pengguna narkoba di Kota Prabumulih dan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan Walikota Prabumulih, Kajari, Ketua DPRD, Kapolres dan unsur muspida lainya bertempat dihalaman kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih.

Kajari Prabumulih, M Husein Atmaja SH MH mengungkapkan tahun ini jumlah BB yang dimusnahkan mengalami penurunan dari akhir tahun 2018 lalu. Namun sangat disayangkan jumlah pengguna malah bertambah. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Badan narkotika Nasional (BNN) dan pemerintah kota Prabumulih untuk secara intensif mengupayakan pengurangan angka pengguna baru narkoba.

Seperti saat ini kapasitas ruang tahanan hanya 100 orang, sedangkan rumah tahanan sudah menampung 500 orang dan isinya 30 persen pengguna narkoba. “Sebenarnya pengguna bukan diberi hukuman namun direhabilitasi dulu baru diberikan hukuman sehingga harapan kita ada efek jera. jika hanya diberikan hukuman maka setelah dihukum kejadian akan terus terulang lagi, namun saat ini di Prabumulih pengguna yang rehabilitasi belum banyak,” jelasnya.

Kali ini pelaksanaan pemusnahan BB dibarengkan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 tahun. Pelaksanaan pemusnahan BB dilakukan oleh Kejari dua kali dalam setiap tahun yaitu pada Juli dan Desember.

“Jumlah BB di Kota Prabumulih yang dimusnakkan alami penurunan dari akhir tahun 2018 lalu. Namun angka kriminal secara umum pelakunya meningkat, ini menjadi kekhawatiran kita . mulai Dari pemakai, pengedar hingga meningkat menjadi bandar. Nah hal ini rata-rata disebabkan karena kebutuhan ekonomi,” ujarnya. “Tindak pidana narkoba ini merupakan pekerjaan yang paling gampang dibandingkan dengan menyadap karet dengan harga yang tidak seberapa. Karena itu perlu kerjasama dengan berbagai pihak untuk menuntaskan permasalahan ini,” jelasnya.

Sementara Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dalam sambutannya mengatakan permasalahan narkoba merupakan hal yang sangat berbahaya. karena itu pihaknya terus berupaya meminimalisir hal ini mulai dari tingkat pelajar yang disampaikan melalui kegiatan masa perkenalan lingkungan sekolah.

Selain itu para siswa juga dibekali dengan pengetahuan keagamaan sejak dini. Mulai dari tingkat SD, siswa tidak boleh naik ke kelas V jika belum bisa shalat lima waktu. “Saat ini banyak anak anak yang lebih takut dengan guru dari pada dengan orang tua sendiri,” kata Wako

“Nah karena itu serahkan waktu anak belajar lebih banyak dengan guru sehingga makin mempersempit ruang dan waktu siswa untuk melakukan hal yang tidak seharusnya.Dengan begitu kita berharap agar bisa mencetak generasi penerus yang berkualitas tanpa narkoba,” harapnya.

Diketahui BB yang dimusnahkan daun ganja sebanyak 10.492 gram sebanyak 2 paket, extacy atau inex 6. 97 gram 2 paket, sabu-sabu 165,138 gram 151 paket senjata api 1 unit dan 3 butir amunisi serta 4 buah senjata tajam. (05)

Komentar

News Feed