oleh

Bawa Sabu, Pemuda Digulung BNN

-Ringkus-428 views

PRABUMULIH – Satu dari dua orang pemuda yang diduga membawa narkoba jenis sabu seberat 3,80 gram atau senilai Rp5 juta rupiah di kawasan Jalan Raya Sungai Medang Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, Senin petang (27/8) sekitar pukul 18.30 WIB.

Pelaku yang berhasil dibekuk petugas itu bernama Muhammad Junadi (24) warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara. Sedangkan, satu rekan lainnya diketahui berinisial AC berhasil kabur dengan sepeda motor matic jenis Yamaha Fino warna ungu dikendarainya berboncengan bersama Junaidi dari kejaran petugas.

Bersamanya, petugas juga berhasi menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,80 gram yang tersimpan dalam sebuah kotak rokok yang diakui pelaku barang haram tersebut baru saja dibelinya mereka dari seseorang yang diduga bandar narkoba wilayah Sungai Medang tersebut.

Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir S Sos didampingi Plt Kasi Berantas, Brigadir A Gamal Alrasyid SH menjelaskan, pelaku berhasil diamankan pihaknya setelah adanya informasi masyarakat yang resah sering terjadi transaksi narkoba di wilayah Sungai Medang tersebut.

“Bermula anggota BNN melakukan penyelidikan informasi tersebut dengan menuju ke lokasi Perumahan Medang Permai 2, setelah itu petugas berlintasan dengan motor yang dikendarai dua pelaku dari arah desa Sungai Medang,” ungkapnya.

Karena merasa curiga, lanjut Ibnu, petugas pun mencoba untuk menghentikan laju kendaraan yang dikemudikan oleh pelaku berinisial AC berboncengan dengan Junaidi dengan gerak-gerik salah satu pelaku tersebut yakni Junaidi terlihat petugas hendak membuangkan sebuah kotak rokok dari genggaman tangannya.

“Melihat ada yang hendak dibuang mereka (pelaku, red) membuat petugas semakin curiga serta mengejar mereka,” kata dia.

Karena laju motor yang dikemudikan pelaku AC saat itu cukup kencang dan sedikit oleng, kata Kepala BNN, pelaku Junaidi yang dibonceng terjatuh, sehingga Junaidi berhasil diamankan. Sementara, pelaku AC saat itu langsung dikejar oleh petugas lainnya.

“Setelah kita amankan satu pelaku yakni Junaidi, dan pelaku lainnya berhasil kabur. Kita langsung melakukan pengembangan dengan menuju ke rumahnya pelaku AC yang ada di belakang pasar. Namun, saat tiba rumahnya pelaku sudah tidak ada lagi,” terangnya seraya mengatakan lokasi rumah pelaku AC berada di belakang pasar.

Kepala BNN juga menegaskan, atas perbuatannya, pelaku Junaidi dapat  dikenakan dengan hukumana pidana sesuai dalam Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 127 huruf a dengan ancaman maksimal 9 tahun kurungan penjara.

“Pelaku dan barang buktinya saat ini sudah kita amankan di kantor BNN dan sementara masih kita lakukan pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan kasusnya lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Junaidi mengaku barang haram tersebut mereka beli dari seseorang diduga pelaku bandar narkoba tersebut dengan nilai sebesar Rp5 juta rupiah diduga untuk diedarkan mereka kembali menjadi paketan hemat.

“Aku cuma diajak AC (inisial, red) aku dak tau kalu dalam kotak rokok itu sabu pak,” ucap pelaku sembari menundukkan kepalanya ketika dibincangi di kantor BNN Prabumulih. (07)

News Feed