oleh

Baru 8 Sekolah Miliki Sarana UNBK

PRABUMULIH – Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baru 8 SMP negeri dan swasta di kota Nanas ini yang dinyatakan telah lengkap memiliki sarana dan prasana pendukung pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Adapun ke- 8 SMP tersebut. Terdiri dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, MTS Al-Furqon, SMP IT Islahul Ummah dan SMP YPS.
“Sesuai dengan data, baru 8 sekolah itulah yang betul-betul dinyatakan kesiapan dapat melaksanakan UNBK sendiri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H M Rasyid SAg MM melalui Kabid Pembinaan Sekolah Menegah Pertama Irawan Supmidi SPd MM ketika dibincangi koran ini, kemarin (1/2) di ruangan kerjanya.
Artinya, di Mei mendatang 8 sekolah itu, kata Irawan, tak ada lagi alasan hingga tak bisa membuka tempat pelaksanaan ujian nasional computer based test (CBT) karena telah dianggap layak oleh pihaknya.
“Mulai dari persedian jaringan atau server, daya listrik, jumlah komputer sesuai dengan siswa yang mau ikut ujian dan lainnya,” jelasnya.
“Kita rasa mungkin masih ada saja suatu sekolah yang jumlah komputernya tak sebanding dengan siswa (peserta, red) ujian yang ada. Paling kekurangannya itu tidak banyak, ,” ujarnya.
Upaya yang dilakukan pihaknya nanti, jika suatu sekolahnya tersebut masih memiliki kekurangan sejumlah komputer dan sekolah bersikeras berkeinginan membuka tempat ujian sendiri.
“Tak apa-apa kita sarankan agar suatu sekolah itu dapat berusaha sendiri terkait pengadaan komputer itu. Misalnya, siswa kita disarankan meminjam atau pun cara lain sebagainya,” ungkapnya.
“Asal akibat kekurangan komputer itu. Oleh sekolah kita mewajibkan supaya siswa-siswa itu membeli. Nah, hal itu baru menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah,” terangnya.
Sebab, terkait pengadaan komputer tersebut, kata dia, bukan dibebankan kepada siswa kelas 9 sebagai peserta ujian. “Melainkan hal itu bagaimana pun caranya sudah tentunya menjadi tanggungjawab dari setiap sekolah,” imbuhnya.
“Namun yang jadi masalah saat ini para siswa kita sering salah kaprah. Informasi yang disampaikan dengan orang tua, katanya sekolah kita mengharuskan membeli laptop,” bebernya.
“Padahal sekolah kita menyarankan hanya untuk meminjam saja dengan sementara waktu selama ujian berlangsung. Keinginan yang ingin membeli komputer itu bukan asal dari sekolah kita. Melainkan murni dari siswa kita sendiri, dengan cara menggunakan modus itu agar dapat dibeli,” akunya.
Kasi Kurikulum dan Penilaian, Heryadi SPd menyebutkan, sampai sejauh ini khususnya 8 sekolah itu ada lagi kendala menyangkut fasilitas pendukung demi sukses dalam penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer pada tahun ini.
“Jika seandainya dari 8 sekolah kita yang telah dinyatakan siap membuka lokasi UNBK sendiri, dan mungkin masih terdapat sejumlah kekurangan komputer alias tak sesuai dengan kuota siswa yang ada. Mereka (sekolah, red) mengharuskan siswaitu membeli laptop sendiri akibat kekurangan itu. Ya, itu sudah jelas-jelas kepala sekolah bersangkutan akan dipanggil,” tegasnya. (Mg 02)

News Feed