oleh

Bantuan Masjid Pakai Sistem Hibah, Richard: Ini Alasannya?

-Metropolis-286 views

PRABUMULIH – Selama ini, bantuan pembangunan masjid menggunakan sistem proyek. Tetapi, belakangan ternyata sistem tersebut banyak menimbulkan keluhan dari pengurus masjid. Lantaran, mutu dan kualitas bangunan yang dikerjakan rawan asal-asalan.

Pejabat Wali Kota (Pj Wako), H Richard Chahyadi AP MSi menilai, bantuan pembangunan masjid dengan sistem proyek, ke depannya, bakal diubah dengan sistem hibah.

Alasannya, kata Richard dengan hibah bantuan Pemerintah kota (Pemkot) lebih efektif. Karena, seluruh bantuan akan lebih maksimal dan optimal untuk pembangunan masjid. Berbeda dengan proyek, pihak ketiga jelas akan mencari keuntungan sebesar-besarnya dari proyek masjid tersebut.

“Pembangunan masjid, tidak lagi menggunakan sistem proyek ke depannya. Akan kita ubah, menggunakan sistem hibah,” jelas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ketika dibincangi koran ini, akhir minggu ini.

Ungkapnya, lewat sistem hibah ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, bantuan hibah tersebut memang tidak seberapa. Tetapi, penyelesaian pembangunan masjid itu sendiri menjadi tanggung jawab pengurus masjid.

“Hibah dilakukan ke rekening pengurus masjid, sisanya pengurus bersama masyarakat untuk memenuhi kekurangan biaya pembangunan tersebut. Namanya pembangunan rumah ibadah, pemerintah sifatnya membantu. Tidak langsung membangun, seperti sistem proyek ini,” kata dia.

Selain itu, menurutnya hibah yang diberikan atau dibantu Pemkot sifatnya uang. Soal pembangunannya, diserahkan sepenuhnya kepada pengurus masjid dan Pemkot tidak perlu ikut terlibat seperti selama ini terjadi.

“Bantuan pembangunan masjid ini hibahnya bisa bantuan uang atau material, tetapi Pemkot lebih cenderung membantu uang. Hibah seluruhnya diperuntukkan pembangunan masjid 100 persen, tidak ada potongan. Bukan seperti proyek, adanya potongan,” tukasnya. (03)

Kabag Kesra, Adhie Gustiawan SSTP MSi menerangkan, kalau sudah ada sekitar 10 masjid yang diusulkan mendapat hibah dari Pemerintah kota (Pemkot). Nantinya, hibah masjid tersebut dimasukkan ke Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

“Setelah clear dan sebelumnya diverifikasi, kemungkinan kalau tidak ada halangan 10 masjid tersebut Oktober mendatang akan mendapatkan dana hibah. Apalagi, sekitar 10 masjid tersebut telah mengajukan proposal sebelumnya,” tambahnya.

Ia menyebutkan, mulai ABT mendatang. Proyek masjid ditiadakan, digantikan dengan sitem hibah oleh Pj Wako.

“Jadi pembangunan masjid dan mushola kedepannya tidak lagi dilakukan oleh pihak ketiga, tapi di swakelolakan oleh pengurus masjid/mushola. Saat ini sedang direkap masjid masjid yang sudah mengajukan proposal ke Pj Wako melalui Bagian Kesra,” bebernya.

Disebutkannya, beberapa masjid dan mushola yang telah mengusulkan proposal. Diantaranya; Masjid Annur Pumahan Arda Bukit Indah, Masjid Almuhajirin 1 Desa Pangkul, Mushola Ar Rahim Perumahan Prabu Sejahtera, dan lainnya.

“Termasuk juga insya allah akan dibantu beberapa pondok pesantren (ponpes) yang ada di kota ini. Seperti rencana pembangunan Ponpes Madinatus Sunnah Al Islamiyah, Ponpes Al Furqon Tanjung Rambang, Ponpes Darussalam Cambai serta beberapa pesantren dan masjid lain yang ada di wilayah kota ini,” pungkasnya. (03)

News Feed