oleh

Bantuan Dijual, Resiko Tanggung Sendiri

PRABUMULIH – Tahun ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menyalurkan bantuan alat kepada masyarakat, untuk mendorong masyarakat mandiri dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Kali ini, ada sekitar 120 orang penerima bantuan alat dari Disnaker tersebut yang dianggarkan lewat APBD 2019.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM mengingatkan, agar bantuan alat yang diberikan tersebut memang benar-benar dimanfaatkan.

“Kalau dijual artinya siap menanggung resiko sendiri, kita sudah berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lewat bantuan alat kita berikan, ternyata penerima bantuan tidak mau berubah hidupnya,” kata Wako kepada awak media, usai penyerahan bantuan di Aula Balai Latihan Kerja (BLK), Rabu (27/11).

Sambung suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini, telah meminta Disnaker untuk melakukan pengawasan dengan mengandeng aparat penegak hukum (APH). Yaitu; kepolisian, dan kejaksaan.

“Kalau dijual, sudah minta kepada Disnaker untuk dilaporkan ke polisi. Supaya bisa dipidana, selain itu pengawasan dilakukan dengan melakukan monitor dan evaluasi setiap tiga bulan sekali,” akunya.

Selain peralatan, kata dia, Disnaker juga mengandeng BRI, masalah permodalan bagi masyarakat penerima bantuan alat tersebut. “Sehingga, sasaran program kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” bebernya.

Terpisah, Kepala Disnaker, Ir Bambang Sukaton menerangkan, kalau penerima bantuan menjual alat diberikan tidak hanya dipidana, tetapi juga diblacklist selamanya tidak akan menerima bantuan lagi.

“Apalagi, monev terhadap penerima bantuan alat, rutin kita lakukan. Sehingga, bantuan alat diberikan benar-benar tepat sasaran mendorong kemandirian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” tandasnya.

Sambungnya, bantuan alat diberikan berupa; pencabut bulu ayam, gerobak, mesin parut kelapa, cetak batako, dan lain-lainnya.

“Penerimanya 120 orang, nilainya Rp 550 juta tahun ini digulirkan,” bebernya.

Masih kata Bambang, agar bantuan alat diberikan benar-benar digunakan dan dimanfaatkan. Agar tujuan program bantuan alat ini, benar-benar terwujud. “Meningkatnya kemandirian masyarakat dan juga kesejahteraannya. Dalam pengawasannya, kita gandeng kepolisian dan kejari,” pungkasnya.(03)

Komentar

News Feed