oleh

Banjir Landa Persawahan di OKU Timur, Petani Khawatir Puso

-Sumsel-264 views

MARTAPURA – Areal persawahan baik irigasi teknis hingga tadah hujan di sejumlah kecamatan di Kabupaten OKUT beberapa hari terkahir masih terendam banjir. Jika kondisi ini berlangsung selama sepekan lebih, maka ancaman puso pun menghantui petani.

Pantauan di lapangan Rabu (13/2), sawah tadah hujan di Kecamatan Martapura masih terendam banjir. Kondisi padi ada yang mulai merunduk dan layu. Bahkan, tak sedikit yang alami kerusakan akibat tertimbun lumpur dan ranting pohon. Hamparan padi yang terendam air itupun hanya dibiarkan saja oleh sang pemiliknya hingga menunggu air surut.

“Dua hari lalu hujan sangat lebat. Mungkin itu faktor air naik. Kami hanya bisa pasrah saja sembari berdoa agar air lekas surut,” ujar warga yang berprofesi petani sawah di Desa Tanjung Kemala Martapura. Ia berharap, ada perhatian dari pemerintah jika terjadi puso yang berakibat pada kerugian bagi petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKUT Ir Ruzuan Efendi tak menampik jika dalam beberapa hari terakhir bebarap areal sawah, baik yang masuk kawasan irigasi teknis dan tadah hujan terendam banjir. “Memang ada beberapa areal yang terendam banjir. Tapi belum berdampak puso, sebab rendaman air masih batas kurang dari sepekan,” katanya.

Tetapi jika banjir ini terjadi lebih dari sepekan, maka bisa jadi akan terjadi puso. “Tapi belum ada laporan. Kita tunggu saja ya. Kalau ada sawah terkena puso pasti ada laporan dari petugas di lapangan,” ujar pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura ini. Sejauh ii lanjut Ruzuan pihaknya belum menerima laporan berapa lahan sawah yang terendam banjir.

Sementara itu, 106 korban banjir di Kecamatan Semendawai Suku III peroleh bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten OKU Timur berupa sembako dan bantuan lain, bantuan langsung diberikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU Timur Habibullah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur Habibullah mengatakan, setelah menerima laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) di Kecamatan Semendawai Suku III, bahwa ada enam rumah terkena banjir, BPBD langsung turun ke lapanagan untuk memberikan bantuan sembako dan perlengkapan rumah tangga.

“Pemeberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian kita selalu pemerintah terhadap masyarakat yang terkena musibah, semoga bantuan yang kiya berikan dapat sedikit meringankan beban korban banjir,” terangnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal dekat dengan sungai, diharapkan agar selalu waspada. Mengingat bencana tidak tahu kapan datangnya. Jadi harus selalu waspada dan hati-hati terutama pada malam hari.

“Masyarakat harus waspada terhadap kondisi cuaca saat ini, karena sering hujan jadi masyarakat harus waspada banjir. Terutama warga yang tinggal di dekat sungai,” himbaunya.

Sementara untuk penyebabnya sendiri menurut Habib, kurang lancarnya air mengalir di sungai Macak sehingga berdampak kepada meluapnya sungai tersebut.

“Kalau untuk di OKU Timur sungai Macak sudah dilakukan pebgerukan, namun yang menjadi masalah adalah sungai yang berada di wilayah hilir yang letaknya di Kabupaten tentangga belum dilakukan pengerukan, sehingga di wilayah kita mengalami kebanjiran,” ucapnya. Meski banjir tersebut datang secara tiba-tiba, namun banjir juga cepat surut, namun warga harus tetap waspada.

Sementara Mahdi Kepala Desa Taman Harjo mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Daerah melalui BPBD karena telah perduli terhadap masyarakatnya yang tertimpa musibah.

“Semoga dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang terkena musibah banjir tersebut. Kemudian dalam hal ini masyarakat sangat berkerja cepat dengan kondisi masyarakat yang terkena musibah, karena setelah warga kita terkena musiabah pemerintah langsung turun memberikan bantuan,” terangnya. (asa/dira)

News Feed