oleh

Bakal Terima 1.100 Hektar Peremajaan Sawit

PRABUMULIH – Wakil Walikota (Wawako), H Andriansyah Fikri SH menegaskan, agar bantuan peremajaan sawit tidak sia-sia dan tidak dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Fikri menyebutkan, kalau bantuan peremajaan sawit ini harus benar-benar tepat sasaran di sela-sela membuka kegiatan sosialisasi peremajaan sawit di Hotel Gran Nikita, Selasa (23/7).

“Agar tepat sasaran, sosialisasi ini harus sampai ke desa. Apalagi, dari 1.100 hektar bakal diterima 600 kepala keluarga (KK). Warga yang hadir di sosialisasi ini hanya 9 orang, ini jelas tidak akan bisa mewakili masyarakat Desa Karya Mulya. Sebagai lokasi, tempat penyaluran bantuan peremajaan sawit,” jelasnya.

Kata dia, jangan sampai bantuan peremajaan sawit dimonopoli pekebun telah memiliki ratusan hektar menerima bantuan. “Kelompok tani dibawah Koperasi Rambang Sari Jaya dalam pengelolaan program peremajaan sawit tersebut. Harus memilah, penerima program peremajaan sawit. Agar tepat sasaran, dan programnya memang dirasakan manfaatnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” akunya.

Disadarinya, kalau kebun sawit di Prabumulih sudah tua. Dan, tidak produktif lagi. Karenanya, program peremajaan sawit ini sangat ditunggu-tunggu petani sawit. Bahkan, karena tidak sabar beberapa petani terpaksa membongkar kebunnya dan menggantinya dengan karet.

“Kemungkinan sudah tidak sampai lagi 1100 hektar kebun sawit di kota ini, karena sudah beralih ke karet. Selain itu, harga sawit tidak menentu dan tidak ada jaminan harga membuat warga beralih,” ucapnya.

Ia mendorong Pemerintah provinsi (Pemprov), sebagai jaminan agar harga sawit stabil. Perlu adanya, peraturan daerah (Perda) ataupun peraturan gubernur (Pergub). “Sehingga, mengalakkan kembali petani menanam sawit. Karena, proses penanaman sawit cukup lama,” akunya.

Mewakili Pemkot, ia berterima kasih kepada Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Karena, telah menjalankan dan merealisasikan program peremajaan sawit. “Sosialisasi ini, harus dimanfaatkan dengan baik petani,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pertanian, Drs Syamsurizal SP MSi menerangkan, kalau Prabumulih ini lahan dimiliki, khususnya di Desa Karya Mulya sekitar 800 hektar dari 1.100 hektar bantuannya. “Sekitar 400 KK dari 800 hektar lahan tersedia, karena lahan sawit berkurang berganti karet. Karena, menunggu lama program peremajaan sawit ini,” kata dia.

Sambungnya, setiap petani menerima bantuan program peremajaan sawit sekitar 2 hektar atau dananya sekitar Rp 25 juta. Selain itu, lahan sawit itu harus milik sendiri dibuktikan dengan sertifikat.

“Kita undang juga BPN, untuk memberikan sosialisasi kalau lahan sawit penerima bantuan harus punya sendiri. Kalau ada satu hektar, tetap kita layani. Selanjutnya, sosialisasi akan kita lakukan ke desa menjadi sasaran program,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed