oleh

Bakal Beri Sanksi Tegas PHL yang Malas

MUARA DUA – Lurah Muara Dua, Muslim SE mengakui pihaknya siap memberikan sanksi yang tegas bagi Pekerja Harian Lepas (PHL) yang nakal alias malas ngantor di jam kerja.

Dimana langkah sanksi tegas yang diambil pihaknya tersebut, kata Muslim sapaan akrabnya, yakni bertujuan demi menjaga ketertiban administrasi kepengawaian terutama yang diperuntukkan pengawai PHL itu.
“Ya, sesuai dengan komitmen dan harapan dari Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Wali Kota Ridho Yahya untuk PHL yang malas-malasan ngantor dan bekerja. Maka, mereka (PHL, red) kita itu akan mendapatkan sanksi yang tegas,” ujar Muslim ketika dibincangi koran ini, kemarin (7/4).

Sanksi yang tegas diberikan pihaknya bisa berupa pemecatan dari pekerjaan yang mereka lakoni selama ini.
“Tentunya, bisa atau tidaknya kita pemecatan seorang pengawai PHL bersangkutan harus berpatokan dengan absensi kehadiran sehari-hari yang masih menggunakan cara manual,” jelasnya.

Supaya seorang PHL-nya tersebut agar dapat terhindar yang namanya dari pemberhentian tersebut, kata dia, minimal PHL itu setidaknya sudah mengantongi absensi kehadiran mencapai 75 persen setiap bulannya.
“Nah, kalau kurang dari angka nilai itu dan kemudian dikalikan saja selama setahun bersangkutan memboloskan diri tanpa alasan yang jelas. Sudah-sudah jelasnya, ya PHL bersangkutan siap-siap saja bisa terancam masuk kedalam daftar buku hijau,” ungkapnya.

Kemudian, buku laporan absensi kehadiran tahunan sebanyak 10 PHL kantor yang berada dibawah pimpinannya sudah diperiksa dengan sebaik-baiknya dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.
“Nanti, itu selajutnya kita sampaikan ke pihak Pemkot terkait guna diperiksa kembali. Karena yang memutuskan bisa dan tidaknya PHL itu lepas dari jabatan. Mereka (Pemkot, red) itulah yang memiliki hak dan wewenang atas masalah ini,” akunya.

Dikatakannya, adapun alasan dari pihaknya menerapkan aturan tersebut ke PHL yang juga sama persis seperti sejumlah Pengawai Negeri Sipil (PNS)-nya itu.
“Sebab, mereka itu mendapatkan gaji dari Pemkot. Apalagi, mereka waktu mau meminta pekerjaan itu terkadang saja ada yang mengaku siap tak menerima gaji,” bebernya.
“Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi. Oleh sebab itu, Pemkot kita memberikan kebijakan terkait pengeluaran anggaran biaya gaji untuk mereka,” tukasnya.
“Kok, setelah mereka sudah diterima kita. Jadinya, sehingga bermalas-malasan bekerja hanya mau menerima gaji bulanan semata saja tanpa giat buat bekerja sesuai dengan harapan semua pihak,” pesannya seraya mengatakan sampai sejauh ini seluruh kehadiran absensi PHL-nya sudah dianggap termasuk kedalam katagori cukup baik.

Afriyal Antoni, merupakan salah satu PHL yang sejak berapa tahun lalu sudah mengabdikan diri mengakui, ia dan bersama teman seperjuangan lainnya juga sangat perduli menyangkut absensi kehadiran ngantor demi menjalankan tugas serta tanggungjawab sehari-hari yang diberikan atasan di kantornya.
“Pokoknya, ada kerjaan atau tidaknya terkhusus saya pribadi setiap hari selalu ngantor. Kemungkinan dengan ngantor, pasti ada-ada saja pekerjaan yang bisa diberikan kantor ke kita,” tukasnya Yal- begitu disapa. (Mg 02)

News Feed