oleh

Bakal Bangun Pura Terbesar di Sumsel

PRABUMULIH – Kota Prabumulih bakal membangun Pura terbesar di wilayah Sumatera Selatan. Tempat ibadah umat Hindu ini akan dibangun di Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

Dipilihnya Desa Karya Mulia tentu sangat beralasan, mengingat saat ini umat Hindu Bali di Kota Prabumulih terpusat di desa Karya Mulia yang dilengkapi dengan tempat ibadah.

Wakil Wali Kota H Andriansyah Fikri SH menyampaikan, pembangunan Pura direncanakan tahun 2020 mendatang. “Kalau pembebasan lahan selesai tahun ini 2020 kita bangun. Karena DED (Detail Engineering Design) sudah siap,” kata Fikri dibincangi di Desa Karya Mulia usai menghadiri launching kawasam pertaganik Pertamina EP Asset 2, kemarin.

Menurut Fikri bila memang terkendala lahan, masyarakat tentu telah menyiapkan lahan alternatif. “Tapi dari pantauan ada lahan yang lebih strategis ada 2 hektar. Kalau lahan yang strategis ini memang tidak bisa kita dapatkan ya lahan alternatif kita pakai,” bebernya.

Disinggung anggaran yang disiapkan, suami Hj Reni Indayani SKM ini menyampaikan pembangunan tidak hanya akan menggunakan dana APBD kota Prabumulih. “Dana APBD, tapi kita sudah koordinasi dengan Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar mereka siap bantu,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan dibangunnya Pura terbesar di Sumatera Selatan diharapkan Kota Prabumulih menjadi sentra ibadah bagi umat Hindu di Sumsel.

“Masyarakat Hindu Bali ini banyak acara keagamaan seperti galungan, nyepi dan sebagainya. Dengan dibangun mudah-mudahan masyarakat Hindu Bali disekitar Prabumulih akan melaksanakan ibadah di pura Prabumulih, dengan menginap di Prabumulih,” harapnya.

Dengan begitu lanjutnya, kota Prabumulih akan menjadi tujuan wisata yang berdampak pada penghasilan masyarakat. “Bila ada wisatawan di Kota Prabumulih perekonomian akan meningkat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Karya Mulia Miril Firacha Amd menyampaikan, untuk lahan yang masih terkendala tersebut tetap diharapkan ada pendekatan. “Melalui pendekatan diharapkan nanti bisa, tapi kalau memang tidak bisa ada lahan lain yang masyarakat siap,” tukasnya seraya menambahkan lahan alternatif tersebut hampir mencapai 2 Hektar. (08)

Komentar

News Feed