oleh

Bagaimana Menjalin Silaturrahim di Tengah Pandemi Covid-19? Berikut Penjelasan Ustad Rahmad Irwani…

-Sumsel-82 views

 

PALEMBANG – Di penghujung Ramadhan 1441 H, pengurus Hammpitara (Himpunan Alumni Magister Manajemen Pendidikan Islam Fakutas Tarbiyah) UIN Raden Fatah Palembang tak menyia-nyiakan momentum.

Pasalnya, pengurus yang sebagian besar adalah alumni Magister Manajemen S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang kemomandoi Drs Saiful M.Nuh, M.Pd.I ini menggelar Tausiah Ramadhan bertema “Makna Historis dan Silaturrahim di Tengah Pandemi Cocid-19” digelar secara live streaming melalui virtual meeting kerja sama Prodi S2 MPI SElasa (19/5).

Sebelumnya pada 15 Mei lalu kegiatan yang sama digelar dengan tema “Fadilah Tadarus dan Zakat di Tengah Wabah Covid-19”. Nah, untuk kegiatan kali ini panitia menggandeng H. Rahmad Irwani, S.H.I, M.Pd selaku narasumber pada tausiah dalam yang diikuti oleh peserta secara online tersebut.

Dalam tausiahnya, Rahmad Irwani banyak mengupas kehadiran Islam yang betul-betul meletakkan sendi-sendi hubungan sesama dengan begitu serasi dan harmonis dalam Alqur’an. Dimana berulang kali kata-kata shilah (sambung-menyambung)-arrahim (kasih sayang) terulang dalam al-qur’an untuk mengingatkan manusia untuk menjalin silaturrahim.

“Menyambung kasih sayang terhadap saudara, keluarga jauh, teman, kerabat sangat penting. Bukan hanya ingin memperbanyak kawan, melainkan juga menyambung ikatan silaturrahim ini adalah pesan sosial yang langsung disebut dan diperintahkan dalam al-qur’an,” terangnya.

Ini lanjut dia sebagaimana tertuang dalam salah satunya dalam surah yang artinya “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk,” ujar Rahmad yang menyebut arti ayat tersebut tertuang dalam Qs. Ar-Ra’du.

Lantas bagaiaman silaturrahmi di masa pandemi wabah Covid-19 ini? Rahmad mengatakan dapat dilakukan dengan beberapa alterntaif, tanpa harus bertatap muka. Terlebih saat ini kemudahan sudah dapat dijumapi melalui komunikasi online yang tersedia. Upaya ini tidak lain guna guna menekan penyebaran virus yang lebih luas.

Sejatinya, al-qur’an tidak memberikan bentuk yang spesifik terhadap silaturrahim itu sendiri. Setiap manusia diperbolehkan menyambung tali kasih sayang dengan beragam cara sesuai dengan kesanggupan dan kemampuannya. Bersyukur, teknologi mutakhir bisa dipilih menjadi alternatif untuk mendekatkan hubungan yang telah berjarak dan merekatkan kembali hubungan yang sempat merenggang.

Dengan demikian kata Rahmad, silaturrahim via media sosial menjadi pilihan terbaik di masa pandemi ini. Bentuk lainnya? “Kita juga bisa saling mengirim makanan,  hadiah-hadiah sederhana  dan lain sebagainya. Namun, jika belum mampu dalam bentuk materil, tentu kita masih bisa  memberikan hadiah terbaik berupa do’a agar saudara, kerabat, teman sejawat yang jauh selalu dalam kondisi sehat lahir batin serta dalam penjagaan-Nya,” terangnya.

Lantas, bagaimana jika kita sudah menjalin silaturrahim namun orang tersebut justru memutuskannya? Menghubungkan silaturrahim walaupun orang lain memutuskannya, juga disabdakan oleh Rasulullah Saw seperti salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ra bahwa seorang laki-laki berkata, ‘Ya Rasulullah, saya memiliki kerabat. Saya menyambungkan hubungan kekeluargaan dengan mereka, tetapi mereka memutuskannya.

Kemduian saya berbuat baik kepada  mereka, tapi mereka berbuat buruk pada saya. Saya bersikap santun, tapi mereka bersikap masa bodoh kepada saya. Beliau lalu bersabda, “Jika apa yang kamu katakan itu benar, mereka seolah-olah kehausan lalu kamu tuangkan air ke mulut mereka tiada henti.  Selama kamu berbuat demikian kepada mereka, pertolongan Allah senantiasa bersamamu,” (HR. Imam Muslim).

Ustad Rahmad pun mengjak agar sesama muslim terus melakukan silaturrahmi melalui cara-cara yang baik. Kehadiran media sosial (medsos) diharapkan menjadi sarana dalam menyambung tali silturrahmi dengan tetap menjaga norma-norma dan nilai-nilai gama. “Semoga tausiah singkat ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin…”, tutunya.

Sementara Ketua HAMPITARA UIN Raden Fatah Palembang Drs Saiful M.Nuh didampingi pengurus lainnya Kusuma M.Pd mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya tausiah online ini. “Semoga bermanfaat, dan selalu menjalin tali silaturahim,” pungkasnya. (rel/fs/asa/01)

 

 

 

Komentar

News Feed