oleh

BAB Sembarang Tidak Sehat

PRABUMULIH – Sebagai Duta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dr Muwarni Emassrisa Latifah punya tanggung jawab mengajak masyarakat Prabumulih agar tidak lagi Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Menurut putri sulung Walikota (Wako) Ir H Ridho Yahya MM, BAB sembarangan tidak sehat. Kata dia, BAB sembarangan memicu pencemaran lingkungan (membuat air sungai menjadi tercemar dan bau yang tidak sedap).

“Lalu, masalah gangguan kesehatan. Kotoran dari BAB yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan,” ujarnya kepada awak media, Senin (16/11/12).

Dokter muda ini menerangkan, kontaminasi bisa terjadi melalui lalat yang sebelumnya hinggap di kotoran, kemudian menempel di makanan, dan makanan tersebut berakhir di meja makan.

“Bisa menyebabkan sejumlah penyakit, contoh penyakitnya; demam thypoid (tifus) atau awam lebih mengenalnya sebagai tipes, adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhii. Bakteri tersebut dapat menyusup masuk ke tubuh lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi,” terang putri Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Selanjutnya, aku sulung dari tiga saudara ini menyebutkan, bisa juga memicu diare. Disebabkan, sanitasi yang buruk atau mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi dapat menyebabkan terjadinya diare.

“Seseorang dikatakan diare saat dirinya mengalami buang air besar cair, dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam satu hari. Oleh karena itu agar menghindari BAB sembarangan,” ajaknya.

Sambung wanita cantik berjilbab ini, BAB pada tempatnya yaitu dijamban atau WC merupakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Mari kita wujudkan STBM, agar 100 persen ODF. Jangan BAB sembarang, kita wujudkan Prabumulih Kota Sehat 2021,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed