oleh

Atasi Karhutla, Gubernur Ogah Minta Bantuan

-Metropolis-38 views

Damkar Prabumulih Kesulitan Air

PRABUMULIH – Kebakaran Hutan dan Lahan, yang mengakibatkan asap diwilayah Sumatera Selatan sudah cukup mengkhawatirkan.

Betapa tidak, disejumlah wilayah asap tebal sudah mencemari kualitas udara yang juga berdampak pada kesehatan. Kondisi asap tebal juga dirasakan oleh masyarakat kota Prabumulih.

Nah, terkait kebakaran lahan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru SH MM, mengaku pemerintah Provinsi sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran dan kabut asap.

“Kemarin kita banyak hal. Ini mulai kemarin kita sudah gunakan, kecuali kasa pesawat yang 800 kg nebar garam,” kata Herman Deru dibincangi usai menghadiri paripurna istimewa HUT Kota ke-18 di gedung DPRD Kamis (17/10).

Pria yang disapa HD ini mengatakan, upaya yang dilakukan tersebut sudah mulai membuahkan hasil. “Ada hujan dikit-dikitkan, terus 1 kali terbang bawa 1 ton. Kita juga sudah mendatangkan hercules,” tutur mantan bupati OKUT ini.

Disinggung apakah dalam mengatasi karhutla, Pemprov akan meminta bantuan dari pihak luar. Dengan tegas, HD mengatakan pihaknya tak akan meminta bantuan dari luar untuk mengatasi karhurla. “Endaklah malu ke, kita mandiri berdikari ngapo nak minta bantuan,” tegasnya.

Sementara disinggung terkait kondisi karhutla dan kabut asap yang sudah darurat? Dengan nada tenang HD menyampaikan siaga darurat kabut asap memang ditandatangani setiap tahuannya.

“Kalau daruratkan memang setiap bulan Maret kita tandatangani siaga darurat asap. Memang itu agar kita selalu siaga. Setiap maret ditahun berjalan kita bikin status siaga darurat memang kita buat dan kita cabut 31 Oktober,” terangnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Sat Pol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Hartono menerangkan peristiwa kebakaran lahan ditahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Total kejadian kebakaran saat ini 118, sementara sejak kemarau ini hampir separuhnya itu lebih banyak kebakaran lahan,” kata Hartono.

Ia menyampaikan selama musim kemarau ini, kejadian karhutla hampir terjadi setiap harinya. Sehingga saat ini kata dia, sudah ratusan hektar lahan diwilayah Kota Prabumulih yang terbakar akibat karhutla. ”Kadang 4 -3 kejadian, lahan belukar. Kebakaran terjadi di Sukajadi, Gunung Kemala, Gunung Ibul Padat Karya. Untuk RKT diwilayah Talang Batu,” bebernya mengajak masyarakat untuk tak membakar lahan dan membuang rokok sembarangan.

Nah, akibat banyaknya peristiwa kebakaran dan kemarau. Petugas damkar terang Hartono kesulitan untuk persediaan air. Dimana saat ini air persediaan untuk memadamkan api bergantung pada air PDAM. “Kesulitan kami kendala suplai air, saat ini ambil dari PAM yang ada disamping Koni. Untuk kendaraan kami siap walaupun hanya 3 unit, yang penting kalau ada peristiwa cepat hubungi, dan kendala kalau jaraknya jauh bisa memakan waktu,” pungkasnya. (08)

Komentar

News Feed