oleh

Areni Terima Remisi Sebulan

PRABUMULIH – Peringatan 17-an ini, sebanyak 221 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB mendapatkan remisi umum (RU). Yaitu, RU 1 sebanyak 205 napi dan RU 2 sebanyak 16 napi. Diketahui, Areni, oknum PNS terlibat kasus penipuan divonis 2 tahun mendapatkan remisi pertama kalinya, selama 1 bulan.

Sementara itu, Abu Salim, napi kasus pembunuhan ABG beberapa waktu lalu mendapatkan 5 bulan. Sedangkan, Jojo, napi kasus pembunuhan pelajar SMK PGRI juga menerima remisi 4 bulan. Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyebutkan, pemberian remisi bukan hanya hak napi. Tetapi, apresiasi pemerintah bagi para nampi telah melakukan perubahaan.

“Napi usai bebas, tidak lagi masuk lagi ke Rutan Kelas IIB. Menjadi lebih baik, taat dan patuh terhadap aturan,” jelas Ridho, sapaan akrabnya. Kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menambahkan, kalau para napi masuk di Rutan Kelas IIB tidak ada niat sama sekali. Ini menurutnya, adalah cobaan yang harus dijalani dengan sabar.

“Sebagai Wako, saya berupaya memperhatikan melihat kondisi rutan, keadaannya kurang manusiawi. Kita akui, rutan memang overkapasitas. Makanya, kita hibahkan tanah 15-25 ha. Sehingga, bisa menampung napi jauh lebih banyak,” beber ayah tiga anak ini.

Lanjutnya, para napi hendaknya terus memperbaiki diri dan produktif. Agar kembali bisa terjun kembali masyarakat, dan tidak lagi terjerumus ke dunia kriminal. “Pemkot akan berupaya memfasilitasinya, memberikan pelatihan kerja dan lainnya. Supaya napi mandiri dan produktif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kepala Rumah Tahnan (Karutan) Kelas IIB, Reza Mediansyah Purnama AMd IP SH menyebutkan, berterima kasih atas sejumlah hibah telah diberikan Pemerintah kota (Pemkot), sebagai bentuk perhatian dan kepedulian.

“Salah satunya, hibah tanah seluas 15-25 hektar (Ha). Untuk pembangunan Lapas minimum terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Lalu, mobil ambulance, mobil dinas, sumur bor, dan lainnya,” jelas Reza, sapaan akrabnya. Lanjutnya, setiap 17-an memang setiap napi mendapatkan remisi, asalkan memenuhi ketentuan dan persyaratan berlaku.

“Pengurangan hukuman atau remisi diberikan kepada napi dan anak pidana, memenuhi persyaratan. Diantaranya, sudah 6 bulan menjalani hukuman dan berstatus napi, berkelakuan baik, tidak melanggar, dan lainnya,” sebut Mantan Karutan Cabang Muara Dua.

Sambungnya, daya tampung Rutan Kelas IIB hanya 163 napi. Sekarang ini, kata dia, sudah overkapasitas dengan jumlah 528 napi. “Berbagai upaya pembinaan telah kita lakukan, agar tidak lagi kembali ke rutan. Kali ini, sebanyak 221 napi menerima remisi disetujui Kanwil Kemenhum dan HAM. Sebanyak 205 RU 1, dan 16 RU 2. 3 napi menjalani subsider,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed