oleh

APK Kotak Kosong Dilepas Oknum Tak Bertanggung Jawab

PRABUMULIH – Alat Peraga Kampanye (APK) milik relawan Kotak Kosong alias Koko, di sekitar pintu gerbang Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara dilepas dan raib dari tempatnya.
Hilangnya APK milik relawan koko ini diketahui untuk kesekian kalinya yang diduga merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Kuasa hukum Relawan Koko, M Maiwan Kailani SH MH dikonfirmasi Rabu (30/5) membenarkan, bahwa dirinya telah menerima laporan dari sejumlah relawan bahwa APK Koko dilepas dan hilang dari tempatnya tersebut.
“Benar, saya sudah menerima laporan dari relawan bahwa salah satu APK Kotak Kosong di wilayah Anak Petai hilang. Dan kami juga sudah mengetahui siapa yang melepaskannya yaitu oleh empat orang,” katanya.
Maiwan menuturkan, APK milik para Relawan Koko yang hilang inipun sebelumnya sudah sering terjadi. Dan kini kembali terjadi. APK Koko tersebut sudah dipasang di tempat yang ketentuan. Dan atau telah dititipkan kepada pemilik tanah ataupun pemilik bangunan.
Ketua Relawan Koko, Azadin SE menuturkan, pihaknya akan meminta agar pihak berwajib, khususnya Panwaslu kota Prabumulih untuk mengambil tindakan tegas. Pihaknya juga berencana akan membuat laporannya ke Polres Prabumulih terkait hal tersebut.
“Karena ini (pelaku pencopot APK) merupakan perbuatan melawan hukum saya meminta pihak berwajib jangan diam saja. Panwaslu juga harus bertindak,” tegas Azadin.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Prabumulih, Herman Julaidi SH mengaku belum menerima adanya laporan kejadian tersebut.
Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH dikonfirmasi juga mengatakan, pihaknya saat ini belum menerima laporan dari pihak manapun terkait kejadian tersebut.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa segala bentuk pencopotan, pencurian atau perusakan APK milik KPU yang telah terpasang merupakan bentuk tindak pidana. Dimana tindakan tersebut akan dilaporkan pihak KPU ke polisi untuk diproses lebih lanjut.
“Kita juga belum menerima laporannya. Kita juga imbau kepada seluruh pihak dan masyarakat umum agar bersama-sama kita ciptakan Pilkada Damai dan aman di kota Prabumulih ini. Intinya segala bentuk pelanggaran akan kita tindak,” tukasnya.
Pihak Polres Prabumulih juga, lanjut Eryadi, kembali mengingatkan dan meminta masyarakat agar tidak lagi mengeluarkan tanggapan pro kontra di media sosial (medos) yang dirasa bisa memperkeruh suasana.
“Kami harap diskusi di media sosial diredakan. Karena malah tak membawa arti dan membahayakan kebhinekaan,” tandasnya. (07)

News Feed