oleh

Angkut 3 Ton Sampah Hasil Gotong Royong Sabtu Peduli Kelekar

-Kecamatan-100 views

MAJASARI – Upaya pemerintah Kelurahan Majasari, agar sungai Kelekar bebas dari sampah, serta mengubah kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai tak main-main. Sabtu (31/8), Lurah Majasari Inggit Damayanti SE bersama Ketua RT RW, dan masyarakat RW 4 khususnya yang tinggal dibantaran kelekar bergotong royong membersihkan sampah disungai kelekar.

Inzet foto, tampak Lurah Kelurahan Majasari Inggit Damayanti SE turun langsung membersihkan sampah menggunakan cangkul. Foto: Ros/ist/prabupos

Tak hanya masyarakat, Lurah Inggit Damayanti, tak segan turut serta membersihkan sampah yang ada disungai kelekar. Lurah Kelurahan Muntang Tapus Santari SE, yang merupakan warga Kelurahan Majasari turut serta dalam gotong royong tersebut. Hasilnya, sekitar 3 ton sampah baik sampah rumah tangga, ataupun sampah kayu dan tanaman berhasil dibersihkan dan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Tujuan utama kami mengajak masyarakat sadar dan peduli akan lingkungan, agar Kelekar tak lagi tempat pembuangan sampah. Apalagi kawasan kelekar salah satu kawasan rawan banjir,” kata Lurah Kelurahan Majasari Inggit Damayanti.

Ia menuturkan, sampah yang ada di wilayah Kelurahan Majasari, sebagian merupakan sampah kiriman dari luar Kelurahan. Oleh sebab itu, pihaknya berencana untuk memasang bambu agar sampah tak masuk kewilayah Majasari. “Itu sedang kami fikirkan, Insyallah bisa terwujud,” ucapnya.

Lebih jauh, ini menambahkan pihaknya akan menjadikan Sabtu Peduli Sungai Kelekar sebagai agenda rutin. Dengan begitu, sungai kelekar akan lebih terjaga dan bersih dari sampah. “Antusias masyarakat saat gotong royong cukup tinggi, mudah-mudahan terus berlanjut. Dan masyarakat bisa menjaga lingkungan bersama,” jelasnya.

Nah, untuk solusi agar masyarakat tak lagi membuang sampah. Pihaknya akan menempatkan tong sampah serta berharap mendapat bantuan motor sampah. “Idealnya tiap RW 1 motor, sementara sekarang baru ada 1 dan belum bisa mengangkut semua sampah yang ada di semua RW,” tukasnya.

Pantauan koran ini Minggu (1/9) pasca dibersihkan, kondisi sungai kelekar menjadi lebih bersih. Bahkan sejak gotong royong dilakukan, tak ada lagi warga di sekitar Rt 6 RW 4 membuang sampah di sungai. “Kami bangga dengan bu Lurah, awalnya memang kami warga meraso sampah dak biso diatasi. Tapi ternyata setelah sama-sama, dan ado kesadaran biso. Wilayah kami bebas sampah,” ungkap Siti Warsiah.

Saat ini kata dia, warga sudah mengumpulkan sampah dengan membuang sampah di TPS. “Sementara itu tiap pagi ke TPS, tapi memamg harus ado tong sampah dan diangkut motor. Kalau ke TPS dak biso setiap hari,” imbuhnya.(08)

Komentar

News Feed