oleh

Andre Divonis 1,5 Tahun

-Ringkus-87 views

PRABUMULIH – Masih ingat kasus Oknum PNS Setda Bagian Perlengkapan, Andre yang terlibat demo PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 beberapa waktu lalu sehingga mengakibat kerugian perusahaan miliaran rupiah. Kini kasusnya telah memasuki babak akhir.

Senin (14/10) kemarin, Andre telah divonis majelis hakim dengan hukuman 1 tahun 6 bulan alias 1,5 tahun penjara. Majelis hakim diketuai AA Oka PB Cara SH MH didampingi Yudi Dharma SH MH dan Dendy Firdiansyah SH menyatakan, kalau terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Sesuai fakta persidangan, kita berkeyakinan Pasal 160 KUHP dengan vonis 1,5 tahun penjara lebih tepat ketimbang Pasal 335 ayat 1 KUHP,” ucap Ketua PN, AA Oka PB Cara SH MH seperti dituturkan Humas, Dendy Firdiansyah SH dikonfirmasi, Selasa (15/10).

Lanjut Dendy, hasil vonis ini untuk menerimanya atau tidak memberikan waktu 7 hari atau seminggu. Baik itu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Mau pikir-pikir, banding atau menerima. Kita serahkan sepenuhnya kepada terdakwa dan kuasa hukumnya, termasuk JPU. Ada waktu 7 hari untuk mengambil langkah hukum,” jelasnya.

Vonis hakim ini sendiri lebih berat dari tuntutan JPU dengan Pasal 335 KUHP ayat 1 ancamannya hanya setahun penjara.

JPU, Nopri Exandri SH dikonfirmasi menyambut positif, vonis majelis hakim terhadap terdakwa. “Kita sambut positif, apalagi vonis hakim masuk ranah dakwaan JPU,” tambahnya.

Lanjutnya, karena terdakwa masih pikir-pikir atas putusan PN tersebut. Ia pun pikir-pikir juga, selain itu masih ada satu minggu untuk menindaklanjuti putusan tersebut. “Kita juga pikir-pikir atas vonis tersebut, kita konsultasikan dahulu dengan pimpinan kita,” jawabnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa, Yulison Aspani SH juga menyambut baik positif putusan majelis hakim. Meski, vonis lebih berat dari tuntutan hakim.

“Kita sarankan klien menerima vonis majelis hakim yang dijatuhkan ke klien kita. Vonis tersebut memang lebih berat. Tetapi, menurut kita sudah tepat,” pungkasnya.

Ungkapnya, vonisnya relatif ringan. Jika banding kemungkinan hukumannya lebih berat. “Sejauh ini, klien kita masih pikir-pikir. Karena, diberikan waktu seminggu menyikapi vonis tersebut,” ujarnya. (03)

Komentar

News Feed