oleh

Ancam Sanksi Mafia Sembako

PRABUMULIH – Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM memerintahkan jajaran personelnya agar menindak tegas mafia sembako yang mencoba-coba untuk membatasi suplai kebutuhan pokok demi mengeruk keuntungan pribadi.
Langkah itu diambil untuk mengantisipasi serta menstabilkan harga kebutuhan pokok yang hampir setiap kali memasuki bulan Ramadhan selalu mengalami lonjakan.
“Memasuki bulan suci Ramadhan, kita akan bentuk satgas mafia pangan untuk mengatasi para oknum-oknum mafia dalam melakukan permainan harga pangan di Prabumulih ini. Kalau ada pengungkapan kasus, segera diekspos untuk memberikan efek jera ke pelaku yang lain,” tegas Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SH SIk MH, kemarin (23/5).
“Jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, maka sudah dapat dikatakan sebagai pelanggaran hukum atau perbuatan pidana, dan kita akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” kata dia.
Menurut Andi, tugas Satgas tersebut tak lain akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar yang akan dievaluasi hasilnya tiap dua pekan. Selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako, satgas juga bertugas melakukan penegakkan hukum terhadap kartel dan mafia pangan.
“Satgas ini untuk mengantisipasi adanya kelangkaan pangan. Kemudian mencegah kenaikan harga dan peredaran barang makanan berbahaya juga,” sambungnya seraya menuturkan harga bahan pokok mesti sesuai dengan harga acuan pasar.
Lebih lanjut disampaikan oleh Kabag Ops, bahwa kepastian harga perlu diterima dengan baik kepada mayarakat. Bukan hanya ketersediaan logistik, gejolak harga dan hambatan lalulintas perdagangan kebutuhan pokok serta barang strategis lainnya pun perlu menjadi perhatian sebagaimana dalam instruksi Presiden Joko Widodo.
“Untuk harga sembako di pasar kita hingga sekarang ini juga, masih terus di pantau oleh tim intelijen kita. Dan sementara ini, berdasarkan hasil pantauan dari pasaran, harga-harga relatif masih normal,” tuturnya.
Selain itu, Andi menjelaskan bahwa pihaknya juga terus melakukan Mapping (memetakan) beberapa tempat yang menjadi distrbutor sembako memasok ke seluruh penjuru wilayah yang ada di kota Prabumulih ini. “Pola kita adalah dengan mendatangi tiap hari distroibutor ini dan termasuk cek silang antara distributor, agen dan masyarakat yang datang membeli sendiri,” terang Andi.
Termasuk dalam operasi pasar yang akan dilakukan bersama oleh pihak Pemkot Prabumulih, sambung Andi, juga akan mendapat pengawasan dari kepolisian. “Informasi terakhir kita terima kalau operasi pasar atau sembako murah tidak akan dilakukan karena terkait tender yang lambat dan katanya baru dilakukan setelah lebaran,” tukasnya seraya menyebutkan meski demikian pengawasan pihaknya terkait kegiatan pasar lainnya tetap dilakukan. (Mg03)

News Feed