oleh

Ancam Cabut Izin

-Metropolis-1.698 views

MENANGGAPI keluhan masyarakat, Lurah Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, Sopyan Hadi STHI langsung mewarning pemilik usaha atau kandang ayam untuk mencarikannya solusi.

Bahkan, ia sudah memanggil pemilik kandang dengan memberikan waktu selama 2 hari untuk mengatasi keluhan tersebut. Bila tak ada upaya dari pemilik kandang, pihaknya akan mencabut Surat Izin Usaha. “Kami dari kelurahan minta 2 hari diselesaikan. Kalau dak ada tindakan dari mereka kita cabut izinnya nya,” kata Sopyan.

Terkait lalat, ataupun masalah kandang Sopyan mengaku sudah ada kesepakatan antara kelurahan dan pemilik usaha saat membuat izin. “Mereka izin ini dibuat kesepakatan dulu, masalah lalatnya, kotorannya itu harus cepat disemprot. Jangan sampai lalatnya kemana mana,” terangnya.

Sebab kata dia, bila tak dibersihkan akan berdampak pada perekonomian masyarakat. “Kalau lalat kemano mano terganggu perekonomian. Masyarakat yang pedagang, warung sepi ini yang harus kita fikirkan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai jarak antara kandang ayam dan pemukiman, menurut Sopyan jarak kandang sudah sangat jauh. Katanya sekitar 1,5 kilo. Mungkin lalat lalat dibawa mobil,” tukasnya mengaku ada 2 perusahaan yang mengelola ternak ayam di Patih Galung.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Ir H Pribadi Roso S melalui Kabid Peternakan Iswan Hadi SP, menyebutkan munculnya serangan lalat dikarenakan tingginya intensitas hujan saat ini.

“Kemungkinan tingginya intensitas hujan bulan terakhir ini membuat kelembaban semakin tinggi, dan lalat sangat cocok dan berkembang biak secara cepat,” kata Iswan menambahkan untuk jarak kandang ayam di Kelurahan Patih Galung sudah memenuhi syarat dan jauh dari pemukiman.

Kasi Kesehatan Masyarakat Verteriner Ida Noprianti SPt melanjutkan, untuk saat ini memang sebagian kandang ayam banyak lalat.

Nah, dengan kondisi itu harusnya pengelola atau pemilik kandang ayam melakukan perbaikan managemen, dengan rutin melakukan pembersihan kandang. “Kotoran dari kandang itu minimal 2 atau 3 hari itu diangkat keluar. Jadi lalat tidak menumpuk karena musim hujan seperti ini lalat itu cepat berkembang biak,” ujar Ida.

Selain kotoran harus rutin diangkut, juga harus dilakukan penyemprotan cairan pembersih lalat. “Itu hanya sekedar mengurangi, kalau untuk meniadakan sama sekali agak susah tapi minimal mengurangi,” imbuhnya.

Dilanjutkan Walijan, untuk lokasi kandang memang cukup jauh. “Kalau lalat ini kurasa kandang ini cukup jauh dari pemukiman, tapi ini masalahnya lalat ikut pengangkutan ayam keluar, seharusnya sebelum berangkat ada penyemprotan mobilnya untuk menghindari lalat ikut mobil makanya sampai ke warung-warung jalan jalan yang dilewati lalatnya turun,” tukasnya.

Pantauan koran ini, bersama Dinas Pertanian  Lurah Patih Galung berupaya mendatangi kandang ayam. Namun, lantaran kondisi jalan yang sangat rusak dan jaraknya jauh upaya tersebut batal dilakukan. Sementara saat ditengah perjalanan, bertemu dengan mobil angkutan ayam yang dipenuhi lalat. (08)

Komentar

News Feed