oleh

Amankan 35 Ribu Dolar AS dari OTT Bupati Muara Enim

-Metropolis-40 views

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Yani, Senin (2/9) malam. Kabar tersebut dibenarkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Selasa (3/9). Selain Ahmad Yani, operasi senyap itu juga mengamankan tiga orang lainnya.

“Benar. KPK telah membawa empat orang ke Jakarta dari kegiatan tangkap tangan yang dilakukan kemarin di Palembang dan Muara Enim, Sumsel,” kata Basaria. Selain menangkap empat orang, lembaga antirasuah itu juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai. Uang itu dalam bentuk mata uang asing sekitar 35 ribu dolar AS.

Diduga penangkapan terkait proyek pembangunan di Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Pemkab Muara Enim. “KPK mengamankan uang sekitar USD 35 ribu. Kami duga uang ini terkait proyek di Dinas PU setempat,” kata Basaria. Pihak yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan kali ini masih dalam proses pemeriksaan intensif di kantor KPK. Sesuai hukum acara, diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum. “Rencana hari ini akan disampaikan informasi lebih rinci melalui konferensi pers di KPK,” tutup Basaria.

Sementara itu, pasca OTT KPK, penjaga rumah Bupati Muara Enim Ahmad Yani, yang berada di Jalan Inspektur Marzuki, dekat lembaga pemasyarakatan Pakjo Palembang, melarang para wartawan memotret rumah kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan KPK itu. “Jangan foto-foto,” kata seorang pria berusia 40 tahunan dari balik terali besi pagar rumah pribadi bupati, Selasa (3/9).

Antara melaporkan, larangan tersebut ditujukan kepada sejumlah wartawan yang berupaya mendapatkan informasi dari pihak keluarga terkait operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap proyek pembangunan di salah satu kabupaten di Sumatera Selatan itu. Mendapat penolakan dari penjaga rumah bupati, wartawan pun memahami situasi dan kondisi, dan akhirnya mencoba mendapatkan informasi dari tetangga sekitar mengenai kondisi rumah setelah pemiliknya ditangkap KPK dan menjadi pemberitaan di media massa.

Sejumlah tetangga yang enggan disebut identitasnya mengungkap, rumah pribadi Bupati Muara Enim itu biasanya ramai, kini mendadak sepi. Di halaman rumah Pak Bupati biasanya parkir beberapa kendaraan mewah, kini tak ada lagi. Anggota keluarga sejak Selasa (3/9) pagi secara bergantian keluar rumah melalui pintu samping yang berada di jalan akses perkampungan penduduk Lorong Aman ke suatu tempat yang tidak diketahui. (jpg/jpnn)

Komentar

News Feed