oleh

Alyssa Maharani Bangga Gunakan Maskot Tanggai

Alyssa Maharani (17)  salah seorang siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Prabumulih gunakan Maskot tanggai dalam penyambutan para kontingen dan tamu undangan pada opening seremoni  pekan olahraga provinsi yang dilaksanakan di Talang Jimat sabtu lalu.

Putri sulung pasangan Rizwansyah  dan Meyreni ini menggunakan kostum ini dengan tujuan memberikan keramahan dan penghormatan kepada para tamu yang merupakan ciri khas Sumatera selatan.

“Alhamdulillah meski berat dan ribet, namun bangga karena kostum ini sangat baik artinya,”jelas gadis bercita cita  menjadi dokter ini.

Pemilik nama panggilan Sasha ini menjelaskan bahwa Tanggai adalah kuku palsu yang lentik terbuat dari tembaga, dan merupakan lambang untuk penyambutan tamu. Tanggai digunakan oleh penari wanita yang ganjil jumlahnya. Setiap tanggal mengandung keramahan, rasa saling menghargai, menghormati, menghargai dan rasa kasih sayang.

“Di zaman kerajaan Sriwijaya, tari tanggai ini dipertunjukkan untuk Menyambut raja raja Sriwijaya, dalam suatu upacara dan acara acar dianggap sakral, begitu juga dengan moment dua tahun sekali ini,” jelas gadis yang hobi membaca novel ini.

Masyarakat pada saat itu sudah menganggap tanggai merupakan cermin keramahan yang harus dipertahankan dan merupakan identitas Sumatera Selatan hingga kapanpun. “Karena itu saya sebagai maskot penyambutan tamu Porprov yang datang ke Kota Prabumulih menggunakan kostum ini sebagai bentuk keramahan dan penghormatan, “tandas gadis yang tinggal di jalan angkatan 45 ini.(05)

 

Komentar

News Feed