oleh

Akui Ada Kelalaian

  • Penyebab Banjir di Area Pembangunan Double Track

PRABUMULIH – Perwakilan PT KAI memenuhi panggilan komisi III DPRD Kota Prabumulih, terkait banjir yang terjadi di area pembangunan double track yakni Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat, Senin (4/11).

Nah, usai pertemuan tersebut Bambang Suryanto dari perwakilan pihak PT KA Properti Managemen (KAPM) yang merupakan anak perusahaan PT KAI mengatakan, penyebab banjir salah satunya karena ada kelalaian.

“Adanya genangan ini memang diluar kemampuan kami. Ini dianggap diluar dugaan. Cuma memang ada hal kelalaian, terkait teman di proyek. Tapi kita harus akui lokasi rumah dibawah jalan dan buruknya saluran air,” tuturnya.

Disinggung terkait kelalaian, Bambang mengaku kelalaian yang dimaksud yakni tak dibukanya saluran air saat dilakukan penimbunan. “Pas nimbun tidak dibuka aliran. Ini kami jadikan pengalaman,” ucapnya.

Agar kejadian serupa tidak terjadi lanjut dia, PT KAI sudah melakukan antispasi terlebih saat hujan sudah mulai turun. “Makanya didalam perizinan akan kami buat saluran lebih gede,  kita saat ini tengah mengutamakan jalur satu ini kan proyek pembuatan jalur satu. Baru untuk meningkatkan pelayanan penumpang,” terangnya.

Sementara terkait ganti rugi terhadap 4 rumah warga yang terdiri dari 6 KK, Bambang mengatakan bahwa PT KAI sudah memberikan kompensasi. “Ganti rugi sudah kita selesaikan semua, rata-rata peralatan elektronik. Ada 5 rumah warga tapi apapun itu tanggungjawab kami penuh,” tukasnya seraya mengatakan lebih dari Rp 10 juta dikucurkan oleh PT KAI dalam kompensasi tersebut.

Pantauan koran ini kemarin, dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir Hj Dwi Koryana, Camat Prabumulih Barat Eny Kunawati ikut menghadiri pertemuan dengan DPRD.

Sekedar mengingatkan, pada Senin malam (28/10) 4 warga rumah terdiri dari 6 KK di Kelurahan Prabumulih tergenang banjir saat diguyur hujan deras. Banjir diduga karena saluran drainase yang tertutup akibat proyek pembangunan double track.

Akibat banjir tersebut, barang elektronik dan perabot rumah milik Imron, Musjai, Zukri Taram, Rihan mengalami kerusakan. Sementara DPRD yang diketuai Ketua II Ir Dipe Anom bersama anggota DPRD meninjau lokasi dan meminta PT KAI melakukan upaya agar air segera mengalir. “Kami juga akan memanggil PT KAI terkait ini,” kata Dipe Anom ketika itu. (08)

 

Komentar

News Feed