oleh

Aksi Penyegelan Sekolah Resmi Dilaporkan

PRABUMULIH – Aksi penyegelan SDN 6-24 diduga dilakukan oknum ahli waris, Senin (2/9) resmi dilaporkan ke polisi. Tampak Bidang Asset Badan Keuangan Daerah (BKD) didampingi Bagian Hukum dan Perundangan-Undangan (Per-UU) melaporkan aksi penyegelan tersebut ke SPKT Polres Prabumulih. Informasi dihimpun koran ini dari sumber terpercaya di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot), petugas pun telah turun kembali ke TKP dan menyita sejumlah barang bukti terkait aksi penyegelan sekolah tengah bersengketa tersebut.

“Betul telah dilaporkan ke polisi soal penyegelan sekolah tersebut. Di sela-sela pelaporan, petugas juga telah mengecek TKP kembali. Sejumlah barang bukti terkait penyegelan, sudah disita dan diamankan petugas,” jelasnya, agar namanya tidak disebutkan. Sementara itu, Kabag Hukum dan Per-UU, H Sanjay Yunus SH MH dikonfirmasi tidak menampik soal pelaporan terkait aksi penyegelan sekolah diduga dilakukan oknum ahli waris.

“Iyo tadi Bidang Asset BKD, sudah melaporkan aksi penyegelan tersebut ke polisi,” terangnya dikonfirmasi awak media. Kata dia, harapannya dengan adanya pelaporan ini, diproses sesuai dengan hukum dan ketentuan berlaku. Menurutnya, secara legal lahan SDN 6-24 sudah inkra dan sah milik Pemkot. “Lewat pelaporan ini, nantinya jelas. Kita minta diproses sesuai aturan dan ketentuan ada,” tambahnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH juga membenarkan, kalau aksi penyegelan sekolah telah dilaporkan kepada pihaknya. “Mungkin saja iya, kita proses saja sesuai aturan dan ketentuan,” ucapnya. Hal serupa juga tidak dipungkiri Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH, kalau kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihaknya.

“Kemungkinan demikian yah,” jawabnya singkat. Seperti diberitakan sebelumnya, kalau Kamis (29/8), ahli waris sempat melakukan penyegelan di SDN 6-24. Tetapi, akhirnya dibongkar oleh Sat Pol PP atas perintah Sekretaris Daerah (Sekda). Karena, dinilai menganggu aktivitas belajar di kedua SD tersebut. Bahkan, Sekda, Elman ST MM menegaskan kejadian tersebut akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang alias kepolisian. (03)

Komentar

News Feed