oleh

Ahmad Palo: Lengkapi dan Gunakan Rusunawa

-Metropolis-44 views

DPRD Kota Prabumulih meminta agar Pemerintah Kota (pemkot) melengkapi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan didukung oleh RS Swata.

Selain itu, agar tak ada warga yang terlantar akibat terpapar covid. Pemkot diminta untuk melengkapi Rumah Susun Sewa (rusunawa) yang sebelumnya pernah diwacanakan sebagai lokasi isolasi pasien covid-19.

Kemarin pemkot menyampaikan bahwa rumah susun sudah disiapkan. Ya kita lengkapi lagi, sekarang kita gunakan kalau memang diperlukan agar bisa menampung warga kita sendiri,” kata Wakil Ketua DPRD H Ahmad Palo SE.

Menurut Ahmad Palo, Rusunawa yang sebelumnya pernah dipersiapkan dinilai tepat untuk digunakan, terlebih apabila RS yang ada di Kota Prabumulih dinilai masih kurang menampung pasien terpapar covid. “Jangan sampai, warga kita terlantar oleh karena itu (wisma ditutup,red),” ujarnya.

Apalagi lanjut Palo, tak semua pasien terpapar covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab, selain perlu dipantau dikhawatirkan pasien terpapar covid-19 tak bisa dikontrol sehingga dikhawatirkan berkeliaran.

“Kalaupun isolasi di rumah, akan tetapi petugas medis juga harus rutin memantau memeriksa mereka. Tidak bisa hanya di rumahkan diisolasi tanpa dipantau diberi pengertian. Nanti ada yang keluar rumah,” terangnya seraya menambahkan penggunaan rusunawa apakah sudah urgent atau tidak, bisa diprediksi dengan melihat kapasitas RSUD maupun tim satgas gugus tugas dengan kondisi dilapangan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Palo menyayangkan masih terjadinya data yang tidak sinkron antara gugus tugas covid Prabumulih dengan data pusat. “Ini yang membuat masyarakat bingung, yang benar itu yang mana. Kalau memang data BNPB salah sampaikan data yang benar mana, gugus tugas silahkan komplain,” ungkapnya.

Kemudian lagi lanjut dia, pihaknya menyayangkan tak adanya juru bicara  gugus covid di Kota Prabumulih. Sehingga tak jarang informasi yang didapat mengenai perkembangan dan situasi covid di Prabumulih justru diterima dari pusat.

“Yang kita sesalkan satu lagi, bahwa tidak ada juru bicara dari satgas kita. Pak tedjo (Kadinkes sekaligus gugus tugas,red) tidak rutin memberikan data. Justru kita taunya dari satgas pusat. Padahal DPRD sudah megingatkan agar satgas ini memiliki jubir khusus yang bisa menyampaikan ke masyarakat terkait perkembangan covid yang ada di kita,” pungkasnya. (08)

 

Komentar

News Feed