oleh

Ahli Waris Luken Terima Santunan Rp 24 Juta

PRABUMULIH – Masih ingat kasus pembunuhan yang menghebohkan Kota Nanas ini di penghujung tahun lalu. Menelan korban jiwa, hingga tiga orang dan pelakunya pun bunuh diri.

Salah satu korbannya, Luken, Pekerja Harian Lepas (PHL) yang mengabdi di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang menjadi korbannya, meninggalkan seorang istri dan satu orang anak, kemarin (21/1). Ahli warisnya, Sriyati merupakan istrinya menerima santunan kematian atau program jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Darwati SH mengatakan, kalau santunan tersebut diberikan sebesar Rp 24 juta. Karena, Luken sudah dijamin BPJS Ketenagakerjaan, makanya diberikan JKM.

“Sejauh ini, baru PHL Sat Pol PP, PHL PBK, dan sejumlah PHL di Puskesmas. Sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, makanya Luken, Anggota Sat Pol PP yang meninggal mendapatkan santunan JKM sebesar Rp 24 juta. Jelas santuan kita berikan akan berguna dan bermanfaat bagi ahli waris, menghadapi musibah dan cobaan yang tidak terprediksi tersebut,” terang Darwati, kemarin usai penyerahan Santunan JKM tersebut di sela-sela apel Senin.

Harapannya, ke depan seluruh PHL di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) bisa dijamin dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bukan hanya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu saja.

“Kalau Luken meninggal dalam bekerja, santunannya bisa jauh lebih besar. Sekarang ini, baru sejumlah OPD yang mengcoverkan PHL-nya ke BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Lanjutnya, selain JKM. BPJS ketenagakerjaan juga menjamin, kecelakaan kerja atau Jaminan Kecelakan Kerja (JKK) dan juga Jaminan Hari Tua (JHT). Terakhir, Jaminan Pensiunan (JP).

“Kalau terjadi apa-apa, ahli waris terbantu dan tenang terhadap yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda), HM Kowi SSos MSi mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan JKM kepada ahli waris Luken. Meski, dirinya menyadari belum seluruh OPD belum menjaminkan PHL kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Jika terjadi apa-apa, PHL dan keluarganya bisa terlindungi. Dengan adanya santunan ini, jelas membebankan PHL dan ahli warisnya jika kejadian tidak diinginkan terjadi,” jelasnya.

Ke depannya, ia mengimbau, OPD untuk menganggarkan dana untuk menjaminkan seluruh PHL dibawah naungannya supaya terjamin BPJS Ketenagakerjaan.

“Misalnya terjadi kecelakaan ketika bekerja, PHL tersebut ada jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan. Setidaknya, sangat membantu PHL dalam menghadapi musibah tersebut,” pungkasnya.

Diharapkan nantinya, lewat anggaran yang ada. Semua PHL-nya, terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, akunya di BPJS Ketenagakerjaan ada sejumlah program untuk kemaslahatan PHL.
“Mudah-mudahan, imbauan kita menjadi perhatian serius Kepala OPD,” tambahnya. (03)

News Feed