oleh

Ada Rasa Khawatir, Pakai SOP Ketat

-Sumsel-67 views

 

//Terkait Penanganan Pasien Covid-19

PALEMBANG – Tiga hari terakhir perkembangan Covid-19 di Sumatera Selatan (sumsel) belum ada penambahan kasus positif baru. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 masih 89 kasus. Kondisi inipun diharapkan menjadi kabar baik lantaran hingga Rabu (22/4), masih nihil.

Terkait penanganan pasien Covid-19 ini, RSMH Palembang sebagai Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 terus melakukan penanganan medis maksimal dengan stndar kesehatan yang telah ditetapkan.  Bahkan dalam pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19 ini tenaga medis dibekali standar operasional pelakasanaan (SOP) yang sangat ketat.

“Untuk pasien Covid-19 yang kita rawat setidaknya butuh waktu seminggu. Dalam jangka waktu tersebut pasien diberi pengobatan antibiotik dan anti virus. Tidak lupa juga kita beri Vitamin C,” ujar dr. Harun Hudari Wakil Ketua Penyakit Infeksi Emerging didampingi Humas RSMH Ahmad Suhaimi, M.Si pada pertemuan Manajemen RSMH Palembang dengan Pengurus Hammpitara yang tak lain Himpunan Alumni Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (22/4) diwakili Kusumawati, M.Pd .

Masih kata Harun, selama seminggu tersebut juga dilakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) kalau hasilnya positif, maka pengobatan dilakukan langsung. Terkait biaya pengobatan ia melanjutkan, terdapat pembebasan biaya pasien PIE. Hal ini kata dia, tertuang dalam Permenkes Nomor 59 Tahun 2016 berlaku dengan ketentuan situasi di luar kejadian wabah.

Dimana pembebasan biaya juga kata Harun, meliputi komponen biaya administrasi pelayanan, pelayanan dan perawatan di IGD, ruang isolasi, ruang ICU dan jasa dokter. “Untuk pemeriksaan penunjang diagnostik atau  laboratorium dan radiologi sesuai hal tersebut sesuai indikasi medis,” terangnya. Begitu juga berkaitan dengan obat-obatan, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, rujukan bahkan hingga pemulasaran jenazah (kantong jenazah, peti jenazah, tranportasi dan penguburan.

Humas RSMH Ahmad Suhaimi, M.Si menambahkan, untuk APD (Alat Pelindung Diri,red) di RSMH sejauh ini masih cukup, tentunya jika kondisi penyebaran Covid-19 d Sumsel tidak bertambah parah. Selain ini APD masih cukup. Karena ada beberapa ruangan harus menggunakan APD, seperti ruang isolasi Borang masuk dalam area merah yang mengharuskan dokter dan tenaga medis menggunakan APD.

Namun bagi area kuning dan hijau tidak diharuskan menggunakan APD lengkap, semoga kondisi tidak semakin parah, sehingga APD cukup. “Dalam penanganan pasien Covid-19 ada protap yang harus dilaksanakan, terutama dalam penggunaan APD bagi tenaga medis,” tukasnya.

Sementara Winda Novianti selaku tenaga perawat RSMH Palembang menambahkan, sejak awal Maret lalu ia dan rekan-rekan lainya melayani dan merawat pasien COVID-19. Tidak dipungkiri, rasa khawatir tentu saja ada. Dan itu manusiawi. Tetapi, jika dalam tugas ini menggunakan SOP yang ditetapkan, maka rasa khwaatir tersebut dikalahkan dengan rasa ingin menolong pasien Covid019. “Insya Allah aman dengan APD dan segala macam yang harus kami ikuti sesuai prosedur,” kata Winda.

Sejak awal bekerja, Winda dan  perawat lainnya telah dibekali dengan pemahaman soal penyakit infeksi. “Semenjak bertugas di ruang isolasi, pemahaman itu dipertajam dengan simulasi tahunan yang terakhir dilakukan pada Agustus 2019. Kami sudah biasa seperti ini, menghadapi Ebola dan flu burung itu sama APD-nya seperti ini,” terangnya seraya mengatakan kondisi ini bukan sesuatu yang baru lagi baginya dan rekan-rekan yang lain.

Ia menambahkan, kendati bukan pengalaman baru, tetap saja ia harus berupaya menenangkan keluarga. Khususnya dua anaknya Ia selalu menyampaikan bahwa dia aman dengan APD dan prosedur yang telah disusun. Winda hanya berpesan agar anak-anaknya selalu mendoakannya.

“Semoga badai corona ini cepat berlalu, terlebih kita akan menyambut bulan ramadhan penuh berkah. Kami minta doa dan dukungan dari masyarakat. Dan jangan lupa tetap jaga jarak, tetap di rumah saja, dan jangan keluar jika tidak ada kepentingan mendesak. Langkah ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” pungkansya. (rel/asa/fs/01)

 

 

 

Komentar

News Feed