oleh

Ada Pedagang Reaktif, Pasar Pagi Ditutup

PRABUMULIH – Tak ingin pasar pagi di pasar inpres menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM meminta para pedagang agar patuh protokol kesehatan.

Bahkan orang nomor satu di kota Nanas ini menegaskan kalau nantinya ada ditemukan pedagang yang reaktif, maka pasar pagi akan ditutup.

“Patuhi protokol kesehatan di pasar pagi. Jika ditemukan lagi pedagang reaktif hasil rapid test dan tracking dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) secara rutin nantinya, maka mau tidak mau, pasar pagi kita tutup sementara,” tegas Ridho, belum lama ini.

Hal ini dilakukan kata dia, untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 tengah mewabah termasuk di Kota Nanas ini. “Untuk menghindari penyebaran Covid-19, Prabumulih sekarang ini sudah new normal dan kondusif. Jangan sampai kembali heboh karena adanya kasus baru Covid-19. Itu kita tidak ingin terjadi,” wanti ayah tiga anak ini.

Lanjutnya, pasar pagi memang rawan sekali sebagai cluster baru Covid-19. Karena luasnya tidak lagi mampu jumlah pedagang yang mencapai ribuan. “Sudah kita imbau, agar berdagang di Terminal Lingkar. Tetapi, nyatanya banyak pedagang kembali berdagang di pasar pagi PTM II, Pasar Inpres. Makanya, jangan lupa pakai masker, jaga jarak, hindari keramaian, rutin cuci tangan, dan lainnya,” pungkasnya. (03)

 

 

Komentar

News Feed