oleh

9 Ribuan Pelanggan PLN Terancam Diputus

-Metropolis-60 views

PRABUMULIH – Pemutusan pelanggan menunggak dua bulan ke atas, terus dilakukan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Prabumulih untuk menekan angka tunggakan pelanggan yang masih menyisakan Rp 2,4 miliar.

Data dihimpun dari ULP PLN, ada sekitar 9.492 pelanggan masih menunggak kewajibannya dan terancam diputus.
Manager ULP PLN Prabumulih, Sumardi mengungkapkan untuk menekan tunggakan pelanggan tersebut, pihaknya telah melakukan penagihan door to door.

“Sudah kita datangi ke rumah, peringatan kita berikan sebanyak tiga kali. Kalau tidak diindahkan terpaksa kita putus,” ujar Sumardi kepada koran ini, Senin (8/7) di ruang kerjanya.

Sambungnya, omset ULP PLN perbulannya mencapai Rp 13 miliar dengan jumlah pelanggan sebanyak 68 ribu.

“Jumlah pelanggan tersebut, berada di Prabumulih dan sekitarnya. Sekarang ini, maksimal 2 bulan nunggak pelanggan kita putus. Ini untuk meningkatkan kesadaran pelanggan, agar bayar tagihan listrik tepat waktu setiap bulannya tanggal 20,” ucapnya.

Sambungnya, ada 4 tim diturunkan untuk melakukan penagihan door to door. Ia juga untuk mengurangi tagihan listrik membengkak, gunakan listrik sehemat mungkin. Apalagi, harga listrik per-KWh relatif mahal.

“KWh 900, per-KWh Rp 1.350. Lalu, KWh diatas 1.300, per-KWh Rp 1.464,” bebernya.

Ia menyebutkan, kalau tunggakan memang didominasi pelanggan yang berada di desa. Alasannya, disebabkan harga karet masih rendah dan belum stabil. “Kita tidak bisa menunggu hal itu, listrikan kebutuhan pokok dan harus dibayar setiap bulannya,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed