oleh

50 Pelanggan Gas Kota Diputus Permanen

PRABUMULIH – Memberikan efek jera dan menekan angka tunggakan pelanggan gas kota. Sejak awal Januari hingga Februari, setidaknya sudah 50 pelanggan diputus permanen oleh PD Petro Prabu.

Pemutusan secara permanen terpaksa dilakukan, lantaran pelanggan gas kota tersebut sudah menunggak alias tidak memenuhi kewajibannya selama tiga bulan lebih.

“Semua prosedur sudah kita jalankan. Mulai dari sanksi denda bagi pelanggan gas kota, hingga sanksi peringatan dan dikirim surat kepada pelanggan. Tetapi, tidak juga diindahkan hingga akhirnya terpaksa diputus permanen. Setidaknya, tahun ini sekitar 50 pelanggan sudah kita putus permanen,” terang Direktur Utama (Dirut) PD Petro Prabu, H Azhari H Harun kepada koran ini, akhir pekan lalu.

Pensiunan PT Pertamina Gas (Pertagas) ini menerangkan, tunggakan pelanggan gas kota sendiri mencapai Rp 900 jutaan. Sejak 2015 silam, total pelanggan sudah dilaksanakan pemutusan sambungan permanen mencapai 300 pelanggan.

“Pemberian sanksi tegas berupa pemutusan permanen, setidaknya cukup menekan angka tunggakan pelanggan gas kota,” ucapnya.

Disinggung soal Indentitas (ID) Pelanggan, ia mengatakan telah mulai didistribusikan petugas kepada petugas proyek 32 ribu sambungan gas kota. “Kita ingatkan kalau ID Pelanggan sudah diterima, segera lakukan pembayaran tagihan gas kota. Supaya tidak kena denda dan sanksi pemutusan oleh petugas kita. Paling lambat setiap tanggal 20 setiap bulan harus dibayar tagihannya,” tukasnya.

Sementara itu, hampir dua bulan sudah sejumlah warga sudah mulai menikmati gas kota program 32 ribu sambung. Tetapi, sejauh ini ID Pelanggan belum juga keluar.

Belum keluarnya, ID Pelanggan tersebut membuat masyarakat resah dan was-was. Ditakutkan tagihan membengkak karena dua bulan belum dibayar, belum lagi harus membayar denda karena terlambat.

“Kita berharap ID pelanggan segera keluar, sehingga tagihan gas kota bisa segera dibayar. Kalau dua bulan, jelas memberatkan kita. Belum lagi harus membayar denda keterlambatan,” ujar Rere (35), salah satu warga yang berdomisili di Jalan Sudirman Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, kemarin.

Ia menuturkan, apalagi perbulannya untuk pemakaian 10 meter kubik dikenakan biaya Rp 45 ribu. Jika dua bulan, jelas sekitar Rp 100 ribu yang harus dikeluarkannya. “Iya kalau hanya 10 meter kubik saja yang dipakai, jika lebih jelas pembayarannya akan jauh lebih besar,” akunya. (06)

News Feed