oleh

Desak Selesaikan Persoalan Tapal Batas

PRABUMULIH – Polemik pemasangan patot tapal batas di Kelurahan Gunung Kemala, yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim belum juga tuntas. Akibat tak kunjung usai, sejumlah perwakilan dari Kelurahan Kelurahan Gunung Kemala mendatangi pimpinan DPRD untuk menyampaikan keluhan masyarakat.

Kedatangan warga tersebut, selain menyampaikan keluhan juga meminta kepada DPRD agar mendesak Pemerintah Kota (pemkot) untuk berupaya menyelesaikan polemik tersebut. “Kami menolak tapal batas ini, dan kalau dibiarkan bisa-bisa aset Prabumulih habis diambil Muara Enim. Apalagi informasinya perusahaan tambang batubara juga akan melebarkan lahan demi kepentingan pribadi,” kata Ketua Gerakan Masyarakat Gunung Kemala (GMKM) M Yunus.

Sementara itu ketua DPRD H Ahmad Palo SE, menyambut baik kedatangan perwakilan dari masyarakat Kelurahan Gunung Kemala tersebut. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan, bila pihaknya akan duduk bersama dengan pemerintah kota.

“Memang harapan kami masalah ini, secepatnya dapat diselesaikan secara musyawarah. Antara pemerintah kabupaten Muara Enim dan Pemerintah kota Prabumulih bersama masyarakat kelurahan Gunung Kemala untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik,” ujar Palo. Seperti diketahui, masyarakat Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat resah, atas pemasangan patot oleh pemerintah kabupaten Muara Enim. Warga resah dikarenakan, tanah yang dipatot merupakan wilayah Kelurahan Gunung Kemala.(08)

Komentar

News Feed