oleh

Hanya Satu Jam Istirahat

-Metropolis-153 views

PRABUMULIH – Menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka), ternyata tidak mudah. Termasuk, Paskibraka tingkat kota harus diikuti pengemblengan berat selama sebulan lebih.

Pantauan koran ini, Rabu (24/7) di Halaman Pendopoan Rumah Dinas (Rumdin) terlihat sebanyak 35 Paskibraka kota dan provinsi telah mengikuti pengemblengan seminggu lebih sejak 15 Juli lalu. Meski baru seminggu, kerasnya latihan sudah mulai membuat kulit Paskibraka menghitam. Apalagi, pengemblengan dilakukan seminggu penuh.

“Pengembelengan mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Hanya istirahat sejam, 8 jamnya Paskibraka melakukan latihan,” ujar Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Gustiranda SE melalui Wakil, Hakim Kasogi SH kepada awak media, Rabu (24/7).

Kata dia, fokus pengemblengan latihan teknik baris berbaris (LTBB). Lalu, formasi pengibaran dan penurunan bendera. “Setidaknya, 6-8 kali sehari. Kita ulang gerakannya, untuk peningkatan kemampuan dan pengoptimalan pengemblengan,” ucapnya.

Sambungnya, pengemblengan dilakukan personel TNI (Yonzipur 2/SG-Koramil), Polri (Polres Prabumulih), dan PPI. Totalnya, ada 6 orang melakukan pengemblengan setiap hari. “30 Paskibraka kota, 5 provinsi. Kota terdiri 16 putra dan 17 putri, dan Provinsi 3 putra dan 2 putri,” jelasnya.

Pengemblengan, kata dia, selama relatif berjalan lancar dan tidak ada kendala. 10 Agustus mendatang, akunya akan dilakukan karantina. “Pemusatan latihan hingga hari H pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustusan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed