oleh

4 Tahun Buron, Sukar Kena Timah Panas

-Sumsel-298 views

BATURAJA – Polisi berhasil membekuk dua pelaku perampokan terhadap Sukar (50), warga kampung I Talang Aman, Kelurahan Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat. Perampokan tersebut terjadi pada 1 November 2014 silam.
Kedua pelaku yakni Marlin alias Herlin (21) dan Herman Jon (45) tercatat sebagai warga Desa Proyek, Kecamatan BP Bangsa Raja, OKU Timur. Mereka ditangkap di waktu berbeda.
Herman Jon ditangkap lebih dahulu pada September lalu. Sedangkan Marlin ditangkap pada 4 November kemarin sekitar pukul 15.00 WIB di desa Bantan, Kabupaten OKU Timur (OKUT).
Kedua pelaku terpaksa diberi hadiah timah panas karena melakukan perlawanan dan berusaha kabur saat akan ditangkap. Seperti Marlin berusaha mengelabui polisi membawanya, untuk mencari barang bukti.
Saat itu, ia berupaya kabur dari mobil polisi. Akibatnya polisi melumpuhkan Marlin dengan menembak kedua kaki setelah ia tak mengindahkan tembakan peringatan.
Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Wakapolres, Kompol Nurhadiansyah dan Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan SKom mengungkapkan, pada awal 1 November 2014 sekitar pukul 23.00 WIB, sebuah peristiwa perampokan terjadi di Talang Aman, Kelurahan Batukuning Kecamatan Baturaja Timur dengan menimpa Sukar (50).
Perampokan tersebut dilakukan kedua tersangka bersama enam rekannya. Tiga tersangka yakni Irwan (18) warga puncak Kabau (OKU Timur), dan Nur Muhammad (40), warga Desa Karet Jaya Kecamatan Buay Pemaca (OKU Selatan) berhasil dibekuk beberapa jam setelah perampokan. Sementara Ujang, warga OKU Selatan meregang nyawa di RSUD usai dihajar massa.
“Dua orang sudah menjalani hukuman, satu orang tewas dihajar massa sewaktu kejadian. Kemudian dua orang lagi baru ditangkap, namun satu orang masih dalam perawtan luka tembak. Sementara 4 orang lagi masih dalam pengejaran,” ujar Widayana.
Sebelum merampok, delapan pelaku sempat mondar-mandir di depan rumah Sukar. Melihat kondisi sepi, para pelaku yang telah melengkapi diri dengan berbagai jenis senjata kayu, besi, parang dan senjata api mengetuk rumah Sukar.
Tanpa curiga Sukar membuka pintu rumah. Tanpa membuang waktu, sebagian pelaku memaksa masuk. Sebagian menunggu di luar rumah, dan sebagian lagi menunggu di mobil.
Setelah berhasil masuk rumah, Sukar dan istrinya, Suyatmi (50), dibekap menggunakan lakban hitam. Tanpa ragu pelaku mengobrak-abrik isi rumah. Bahkan pelaku sempat melukai dan memukuli Sukar hingga mengalami cedera tulang.
“Para pelaku cukup sadis dalam menjalankan aksinya. Pada malam kejadian, pelaku sempat menganiaya korban, membacok kepala korban, dan menghantam kaki korban dengan menggunakan kayu dan linggis,” jelas Widayana.
Lima orang berhasil kabur pada malam kejadian tersebut, termasuk dua orang tersangka yang berhasil dibekuk kemarin. Keduanya terancam pidana kurungan dan diancam dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.
“Kita masih memburu tersangka lainnya, dan kita imbau untuk menyerahkan diri karena polisi akan mencari hidup maupun mati. Kita juga akan lakukan pengembangan untuk mengetahui keterkaitan dengan kejadian lainnya,” tegas Widayana.
Sementara itu, Marlin mengungkapkan saat kejadian ia hanya bertugas memantau situasi di sekitar rumah Sukar untuk memastikan tidak ada orang yang melihat. Sementara ada tersangka lain yang siaga di mobil di Jl Lintas Sumatera untuk berjaga sekaligus siap kabur jika pelaku lain selesai beraksi.
“Aku dak tau cak mano be rombongan yang masuk ke rumah itu beraksi karno aku tugasnyo cuma mantau situasi sekitar. Ado lagi rombongan yang bawak mobil jago di pinggir jalan lintas,” pungkas Marlin. (apk)

News Feed