oleh

4 Persen Warga Miskin Belum Terlindungi JKN KIS

PRABUMULIH – Sebanyak 96 persen atau sekitar 32.172 jiwa warga miskin di Prabumulih sudah terlindungi atau terkaper program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sejahtera (KIS). Sementara itu, 4 persennya belum terlindungi. Perlindungan tersebut diberikan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) dibiayai APBD Provinsi dan APBD Kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), H Happy Tedjo TS MPH melalui Sekretaris Dinas (Sekdin), dr Hj Hesti Widyaningsih MKes MARS merinci, pada APBD Induk lalu PBI sebanyak 8.585 jiwa dan ABT sebanyak 10.868 jiwa. “Sementara itu, PBI bersumber dari APBD Provinsi 3.516 jiwa dan penambahan sebanyak 9.202 jiwa,” jelasnya kepada awak media, Senin (9/9).

Lanjutnya, PBI APBD Provinsi dari pajak rokok sebesar 1.016 jiwa. Hal itu dilakukan dalam rangka mengelar program UHC (Universal Health Coverage. “Target kita, pada 2020 seluruh warga miskin tercover JKN KIS,” sebutnya. Bebernya, kalau sebanyak 32.172 jiwa tersebut terlindungi program JKN KIS dari 197.069 jiwa. “Mengcover warga miskin masuk JKN KIS telah dikeluarkan biaya Rp 2,369 miliar. Lalu, ABT sebesar Rp 4,224 miliar. Bersumber dari dana APBD Provinsi dan APBD Kota,” akunya.

Masih kata dia, PBI menikmati layanan program JKN KIS kelas III di seluruh RS bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Iurannya, kita bayarkan untuk pelayanan ruangan kelas III. Baik di RS Pemerintah atau RS Swasta bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemegang kartu BPJS Kesehatan, bisa menikmati layanan kesehatan cuma-cuma,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed