oleh

28 Mahasiswa STIT Prabumulih Yudisium

SEBELUM diwisuda, sebanyak 28 orang alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tambang (STIT) di Yudisium, Pelaksanaan acara penglepasan khusus mahasiswa STIT tersebut dilakukan di aula gedung Yayasan Pendidikan Prabumulih (YPP) lantai 3 Selasa (10/9).

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tambang (STIT), Suhardiman Gumanti ST MT

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tambang (STIT), Suhardiman Gumanti ST MT dalam sambutannya mengatakan sangat bangga atas perjuangan mahasiswanya yang sudah sampai ke titik Yudisium. Beberapa diantara mereka bahkan sudah berhasil mendapatkan sertifikat kompetensi untuk Survei pemetaan tambang sebagai bekal.
Pengalungan Gordon oleh Ketua STIT Suhardiman Gumanti ST MT

Pria berkaca mata ini mengatakan agar kedepan diharapkan seluruh mahasiswa bisa memegang sertifikat Kompetensi, sehingga selain ijazah Diploma juga memiliki bekal keahlian lain sebagai penunjang potensi yang ada dalam diri alumni STIT.
Pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik oleh Ketua Prodi STIT, Reni Arisanti ST MT

“Pencapaian yang besar tidak dihasilkan oleh perbuatan kecil, karena itu teruslah berjuang untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan. Yudisium bukan merupakan akhir dari perjalanan melainkan merupakan langkah awal untuk menuju kehidupan yang sesungguhnya,” jelasnya.
Pemberian kenang kenangan

Lebih jauh Suhardiman mengatakan, kedepan STIT bakal buka program studi Tekhnologi pertambangan, hal ini diberikan sebagai upaya untuk membuka dan pengaplikasian potensi diri yang ada pada diri alumni dan mahasiswa STIT.

“Dengan lebih banyak alumni STIT Prabumulih, tentunya potensi Sumber daya manusia (SDM) Pertambangan di Prabumuli terus bertambah, siapa tau nanti ada yang bisa menularkan ilmunya kepada adik tingkat dan mengapilkasikan potensi dirinya pada dunia kerja,” tandasnya.

Sedangkan Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Prabumulih, Drs M Juaini Idris MSi, Mengatakan Setelah selesai perjuangan didunia pendidikan tinggi, maka bekerjalah sesuai dengan profesionalisme dan keahlian yang dimiliki.

Juaini mengatakan, Secara formal edukasi mendapatkan gelar ahli madia sudah cukup meiliki ilmu yang sesuai dengan kurikulum yang ada, namun kewajiban para alumni menggali terus potensi yang ada dalam dirinya.

“Selamat para anak-anakku, kalian sudah memiliki bekal dasar yang bisa dikembangkan untuk dapat berkiprah di masyarakat. Ada yang lulus dengan pujian harus bertanggung jawab, buktikan bahwa memang benar benar layak mendapatkan pujian dengan berbagai prestasi yang diraih,” tambahnya.

Setelah yudisium artinya sudah siap menyambut masa depan, para mahasiswa dan alumni harus tetap optimistis menatap kedepan. “Kalau tidak bisa bekerja di dunia pertambangan, kembangkan karier melalui jalur lain, yang penting harus tetap optimis untuk melangkah kedepan, karena Masa depan milik kita,”tambah Wakil Ketua Yayasan, Haidir Wady SE MSi.

Sementara pantauan koran ini, usai pemasangan Gordon tanda yudisium sebanyak 28 orang mahasiswa STIT, dilanjtukan dengan pemberian penghargaan kepada para alumni lulusan terbaik, serta pemberian kenang kenangan dari para alumni kepada pihak sekolah yang diterima langsung oleh Ketua Sekolah.(05)

Komentar

News Feed