oleh

2020, Semuanya Terintegrasi Smart City, Ridho: Terutama Layanan Publik

-Metropolis-442 views

PRABUMULIH – Keinginan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menjalankan program Smart City. Nampaknya segera terwujud. Apalagi, konsultannya sudah datang dan tahun ini segera menjalankannya.

Ridho mengatakan, lewat program Smart City bakal membuat Prabumulih menjadi kota lebih baik. Menurutnya, jangan tanggung-tanggung belajar dari Bandung.

“Ke depan, Prabumulih lewat program Smart City. Harus lebih baik dari Bandung, kita targetkan 2020. Semuanya sudah terintegrasi dalam program Smarty City. Khususnya, pelayanan publik,”jelasnya.

Makanya, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan data yang akurat. Agar bisa diinput ke dalam program Smart City, sehingga program-program seperti bedah rumah, gas kota, dan lainnya bisa tuntas.

“Supaya bisa tercapai target tersebut. Sudah kita mulai sejak sekarang ini, secara bertahap. Makanya, berikan data seakurat mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Elman ST MM selaku OPD menangani program Smart City ini memohon dukungan semua OPD yang ada di lingkungan Pemkot. Khususnya, masalah pengakuratan data program di OPD masing-masing.

“Tanpa data akurat, tentunya sulit untuk dilakukan. Makanya, data yang disiapkan untuk diinput di program Smart City ini benar-benar valid,”tambahnya.

Konsultan Program Smart City, Ir H KM Faisal MSi menjelaskan, kalau program tersebut merupakan kebijakan pemerintah secara nasional. Makanya, mau tidak mau harus diikuti. Kalau tidak, akan tertinggal.

“Pusat mengeluarkan OSS, untuk pelayanan publik. Semuanya akan berjalan ke sana, tinggal mau cepat atau lambat. Paling lambat, 2025 harus terintegrasi Smart City,” bebernya.

Nah, akunya lewat program Smart City ini. Ke depan, tidak perlu disibukan data adminstrasi. Lalu, tidak menunggu laporan, akan masuk sendiri. "Mudah sekali pengawasannya. Lewat Smart City ini, Prabumulih dibranding. Orang bakal tahu keunggulan kota ini,”rincinya.

Ungkapnya, komitmen dan regulasi sebagai pendukung. Meski, berubah pelan-pelan tapi pasti. Pihaknya bakal memakai infrastruktur apa yang ada bisa digunakan, mengubah arah lebih baik.

“Laporan cepat mudah, tidak ada resiko hukum. Sudah tertulis sesuai UU,”tambahnya. (03)

News Feed