oleh

2018, Kejahatan pada Anak Meningkat

-Ringkus-311 views

PRABUMULIH – Kasus kejahatan terhadap anak dibawah umur di kota Prabumulih hingga memasuki minggu terakhir Agustus ini cukup memprihatinkan. Setidaknya, tindak kriminal yang melibatkan kalangan usia dini itu mengalami peningkatan mulai awal Januari 2018 ini.

Berdasarkan data dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Prabumulih, jumlah kasus kejahatan terhadap anak dibawah umur tahun ini sudah mencapai lebih dari 30 kasus kejahatan.

Jumlah kasus itupun terbilang cukup signifikan meningkat bila dibandingkan jumlah kasus-kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya terjadi. Diketahui, di tahun 2017 lalu, kasus anak dibawah yang dilaporkan warga ke pihak polisi ada sekitar 28 kasus. Sementara di tahun 2016 tercatat mencapai sekitar 21 kasus.

“Dari jumlah tersebut, rata-rata kebanyakan kasus yang dilaporkan para warga ini terlibat kasus perkelahian dan pengeroyokan pelajar sekolah, Dan sebagian kecilnya juga merupakan pelecehan seksual anak di bawah umur,” ungkap Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH melalui Kasat Eryadi Yuswanto SH MH, kemarin (22/8).

Dikatakan Kasat Reskrim, tingginya tindak kriminalitas di kalangan anak usia dini ini terjadi dikarenakan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kemungkinan bisa mempengaruhi anak itu sendiri. Di antaranya, karena faktor kurangnya nilai keagamaan di kalangan anak maupun pengaruh faktor globalisasi.

“Jadi beberapa faktor yang memungkinkan bisa mempengaruhi sang anak itu sendiri. Pengaruh globalisasi sangat macam-macam, seperti saat ini banyak anak sudah menggunakan handphone, akses internet tanpa pendampingan, dan pengaruh dari keluarga atau 'broken home' itu bisa mempengaruhi mereka,” kata dia.

Lebih lanjut Eryadi menuturkan, kebanyakan dalam modus operandi kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak dibawah umur tersebut adalah hubungan seksual bebas dengan pelaku atau korban yang merupakan pacar, ataupun korban diperdayai dan dipaksa dengan mengonsumsi minuman keras (miras).

“Iya seperti kasus-kasus pelecehan anak dibawah umur, biasanya kebanyakan pelaku-pelakunya ini orang terdekat si korban itu sendiri,” imbuhnya.

Terkait jumlah kasus yang melibatkan anak tersebut apakah kedepan akan terus terjadi. Eryadi menjelaskan, bahwa pihak kepolisian dapat memprediksikan, jumlah kasus tersebut masih terus bertambah hingga akhir tahun 2018 mendatang.

Selain itu, sambung dia, dalam mengantisipasi hal itu terjadi, pihaknya menggandeng  Satuan Bina Masyarakat (Satbinmas) Polres Prabumulih, Dinas Pendidikan, dan lembaga terkait lainnya, untuk memberikan sosialisasi kepada pelajar di sekolah-sekolah tentang bahayanya pergaulan bebas, narkoba, dan tindak kriminal lainnya.

“Untuk itu, kita juga mengimbau pihak-pihak terkait untuk bersama-sama bekerja sama memberantas dan gencar melakukan pencegahan guna menekan bertambahnya kasus pelecehan tersebut. Terutama dari para orangtua yang memiliki anak masih dibawah umur untuk selalu menjaga mereka,” tandasnya. (07

News Feed