oleh

17 Pelanggan Diputus Sementara. PLN Diminta Tingkatkan Pelayanan

-Metropolis-468 views

PRABUMULIH – Sejak awal Januari PLN Rayon Prabumulih sedikitnya telah memutus sekitar 17 sambungan listrik ke rumah pelanggan. Pemutusan sementara itu dilakukan karena pelanggan menunggak pembayaran listrik hingga tiga bulan.

Manager Rayon PLN Prabumulih, Alveri SE menyebutkan, pemutusan sementara tersebut bentuk sanksi tegas kepada pelanggan PLN yang bandel. Selain itu, bentuk upaya menekan angka tunggakan yang hingga akhir Februari lau naik menjadi Rp 6,067 miliar dari sebelumnya hanya Rp 5,924 miliar.

“Sudah kita ingatkan tagih ke rumah secara langsung (door to door) tetapi tidak juga dibayar tunggakan akhirnya kita putus sementara. Jika sampai 25 Maret ini, tidak dilunasi kita putus permanen,” terangnya kemarin (8/3).

“Tunggakan kita mengalami kenaikan sekitar Rp 143 juta hingga akhir Februari lalu. Sementara itu, omzet kita Rp 12 miliar sebulan. Jika ditambah tunggakan, perbulannya mencapai hampir Rp 18 miliar,” kata Veri sapaan akrabnya.

Veri menjelaskan, sejauh ini pelanggannya ada sekitar 90 ribu pelanggan. Dan sebagian besar pelanggan yang menunggak adalah pelanggan rumah tangga.

“Harga karet sudah berangsur naik, sehingga tidak ada alasan lagi bagi warga tak mau membayar listrik. Makanya kita mengimbau agar pelanggan membayar tagihan listrik setiap bulannya. Supaya tidak kena denda dan juga sanksi pemutusan,” ujarnya.

Sambungnya, pihaknya juga rutin melakukan pemutusan kepada pelanggan bandel yang tidak mau membayar tunggakan PLN. Menurutnya, menunggak satu bulan pemutusan sementara sudah bisa dilakukan.

“Kalau sudah diputus pelanggan wajib memasang listrik baru, listriknya pun bukan reguler melainkan listrik prabayar. Kalau, tidak mau pusing soal tagihan listrik mendingan listrik prabayar,” akunya.

Sementara itu, Latief (38) warga jalan Kerinci Kelurahan Prabu Jaya meminta PLN tak hanya memikirkan soal tunggakan dan piutang pelanggan tapi juga meningkatkan mutu pelayanan.

“Jangan sebentar-sebentar mati, mano dak katek pemberitahuan pulo. Jelas kito sebagai pelanggan gelagapan, apolagi malam ari. Listrik dibutuhke nian, untuk penerangan,” keluhnya.

Bukan hanya itu saja, pihaknya juga berharap pencatat tagihan listrik harus akurat. Sehingga, tidak merugikan pelanggan sehingga terpaksa membayar tagihan lebih besar dari biasanya.

“Iyo kito minta petugas PLN yang catat meteran jugo jangan asal-asalan bae, kalo selisih dikit sih dak pulo. Kalo lah besak, cak mano pulo. Kagek dak tebayar pulo, laju keno dendo,” ucapnya.

Hal senada diutarakan Efri, warga jalan Lingkar Timur. Pemuda satu ini bahkan nekat mengancam mendemo PLN Rayon Prabumulih gara-gara pemadaman yang makin sering terjadi. Seperti beberapa lalu, listrik padam hampir seharian penuh dari pagi hingga petang.

“Kalu nak mati lampu kiro-kiro. Dak kenado mati dari pagi sampe sore, bukan kito nih dalem utan. Mano dak katek pemberitauan pulok dari PLN. Jangan sekendak bae mati lampu, tapi bayaran nak mahal. Ini tariff listrik lah naek lagi. Kalu sering-sering cak ini, kapan bae PLN ini keno demo,” kritiknya. (06)

News Feed