oleh

150 Hektar Sawah Terancam Tak Bisa di Garap

MUARADUA – Tingginya curah hujan berapa hari terakhir ini membuat bangunan irigasi repong balam longsor dan amblas. Irigasi induk yang amblas sepanjang 10 meter ini berdampak pada terhambatnya pembajakan sawah seluas 150 hektar yang berlokasi didesa Belambangan Kecamatan Buay Runjung Kabupaten OKU Selatan.

Ahmad Saukoni salah satu Kelompok Tani Way Sulam menyebutkan irigasi tersebut mengalami jebol sejak berapa waktu lalu. Hanya saja jebolnya irigasi akibat longsor ini telah ditanggulangi sementara oleh masyarakat dengan bergotong royong menggunakan peralatan seadananya.

”Memang sudah kami tanggulangi dengan membentangkan karung berisi tanah, supaya kami petani bisa menggarap kembali sawah, karena saat ini sudah masuk bulan untuk menggarap sawah kembali,”kata Ahmad.

Dengan longsornya irigasi sumber air sulam yang berfungsi untuk mengairi persawahan di repong balam tersebut, sambungnya otomatis hal itu mengganggu aktifitas pengelolaan persawahan, karena yang jebol tersebut merupakan irigasi induk.

Atas kondisi itulah, terangnya warga setempat berharap ada perbaikan secepatnya terhadap irigasi yang mengalami jebol tersebut. “Kami hanya bisa berharap, ini secepatnya diperbaiki karena ditakutkan meski sudah ditanggulangi sementara dengan menimbun karung, longsor akan kembali terjadi,”ujar Ahmad.

Untuk masalah ini, jelas Ahmad Saukoni, sudah dilaporkan ke BPBD dan pihak BPBD sendiri sudah meninjau langsung lokasi yang amblas. “Kami meminta supaya ini ditindak lanjuti dengan cepat karena banyak sawah yang menggunakan sumber air dari irigasi ini. Jika ini tidak cepat ditanggulangi petani sawah akan terganggu,”ucapnya.

Sementara itu dilain tempat, tepatnya di Desa Ulu Danau Kecamatan Sindang Danau, irigasi yang jebol beberapa waktu lalu hingga kini juga belum juga ada perbaikan yang maksimal. “Kami hanya dibantu pipa, jadinya binggung mau diapakan pipa tersebut karena sangat tidak memungkinkan untuk dipasangkan sebab kerusakan irigasi tersebut cukup parah,”ucap Nidit warga setempat.

Bahkan, sambungnya puluhan hektar sawah diwilayah tersebut saat ini sudah lama tak bisa digarap karena irigasi induk yang merupakan sumber air rusak parah dan penangganannya sangat lamban.(ant)

Komentar

News Feed